nstitute for Policy Studies (IPS), mengungkapkan bahwa sementara AS dibuat bergejolak oleh virus corona, ditambah dengan orang-orang kehilangan mata pencaharian, namun dalam periode antara 18 Maret dan 24 November, 650 miliarder AS justru telah meningkat. Kekayaan mereka sejak pandemi dimulai pada bulan Maret mencapai lebih dari sepertiganya USD1 triliun (Rp14.132 triliun) yang luar biasa. (kurs Rp14.132/dolar)Dari kelompok ini, dilansir dari Euro Weekly News di Jakarta, Jumat (27/11/2020) 29 orang di antaranya melipatgandakan kekayaan, sementara ada 36 miliarder pendatang baru.Baca Juga: Resesi Gak Ngaruh! Miliarder Baru dari China Tetap Tumbuh MenjamurElon Musk mencapai puncak daftar tertingginya berkat saham Tesla, kekayaannya tumbuh dari USD24,6 miliar menjadi USD126 miliar, meningkat 413 persen. Mereka bahkan menyalip Bill Gates di puncak daftar orang kaya.Lalu, Jeff Bezos dari Amazon, menambahkan USD70,7 miliar ke total kekayaannya, naik 61 persen, padahal ia dikritik karena lebih dari 20.000 tenaga kerjanya terkena virus corona tanpa upah tambahan.Bezos menjadi 'ketua geng' dengan kelompok yang hanya terdiri dari 5 centibillionaire, bersama Bill Gates, Mark Zuckerberg, Elon Musk, dan Bernard Arnault, bos Louis Vuitton. Kelima miliarder itu semuanya masing-masing memiliki kekayaan bersih lebih dari USD100 miliar. Padahal, 3 tahun lalu dilaporkan tidak ada centibillionaire.Selain itu, Mark Zuckerberg dari Facebook meningkatkan kekayaannya sebesar 87 persen hingga USD102,4 miliar. Tak ketinggalan Eric Yuan, pendiri Zoom yang juga paling diuntungkan dari pandemi corona ini. Tahun 2019, Yuan bukanlah seorang miliarder, tetapi kini begitu debut kekayaannya mencapai lebih dari USD17 miliar.Para peneliti menghitung bahwa kekayaan 650 miliuner sama dengan kekayaan 160 juta orang di Amerika. Wow!Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: VOX