m - Otoritas Jasa Keuangan menilai penyebab susahnya bank RI ekspansi ke mancanegara karena terkait perhitungan biaya modal yang mahal, sementara Presiden Jokowi mendorong untuk ditingkatkannya kualitas garam produksi petani agar bisa diserap industri, dan perang harga obat covid-19 pun dimulai didalam negeri, ini terlihat dari mulai diturunkannya harga jual Kalbe Farma (JK:KLBF), Rupiah menguat tipis, dan juga IHSG yang ditopang sektor barang konsumsi.Dirgahayu TNI ke-75. Semoga makin jaya dan penuh pengabdian untuk rakyat Indonesia dan NKRI tercinta.Inilah sejumlah berita yang wajib dipantau hari Senin 5 Oktober 2020.1. OJK : Bank RI Susah Ekspansi ke mancanegaraOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan perbankan nasional belum membuka kantor cabang di negara-negara Asia Tenggara pasca protokol keenam ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) diratifikasi yang disebabkan perhitungan biaya modal (profit and loss) yang mahal.Salah satu negara yang menjadi target yakni Malaysia, yang sudah menjalin kesepakatan bilateral untuk membuka kesempatan melakukan ekspansi, namun untuk Singapura sejauh ini belum ada kesepakatan formal.2. Garam produksi petani akan ditingkatkan kualitasnyaPresiden Joko Widodo menyatakan Indonesian masih meng impor garam karena produksi garam di dalam negeri sampai saat ini rendah dan pihak terkait tidak pernah mencari penyelesaiannya padahal total kebutuhan garam nasional mencapai 4 juta ton per tahun sementara produksi dalam negeri hanya mampu mencapai 2 juta ton.Untuk itu Presiden telah menginstrusikan dilakukan pembenahan pada produksi garam nasional mulai dari rantai pasok hulu sampai hilir termasuk melihat lagi ketersediaan lahan produksi, mempercepat integrasi antara upaya ekstensifikasi lahan garam rakyat yang ada di 10 provinsi dengan upaya intensifikasi dan membantu meningkatkan kualitas produksi petani garam yang kualitasnya rendah sehingga tidak bisa diserap industri.3. Perang harga obat covid-19 pun dimulaiPerusahaan farmasi di Indonesia mulai perang tarif obat remdesivir impor karena semakin banyak industri atau kompetitor serta volume (batch) produksi obatnya maka harga akan menjadi lebih murah.Sebelumnya pada 1 Oktober PT Kalbe Farma mengumumkan obat remdesivir yang akan diedarkan ke rumah sakit seharga Rp 3 juta per kemasan vial. Adapun PT Indofarma (JK:INAF) menawarkan harga kurang dari Rp2 juta. Belakangan PT Kalbe Farma menurunkan harganya menjadi Rp 1,5 juta.4. Rupiah menguat tipisRupiah spot terus menguat pada perdagangan siang hari ini, Senin (05/10). Pukul 12.35 WIB, berdasarkan data investing.com rupiah di pasar spot berada di level Rp 14.837 per dolar AS, menguat 0,05% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 14.860 per dolar AS.Pada saat bersamaan, indeks dolar AS terpantau melemah 0,13 persen menjadi 93,721. Permintaan terhadap dolar AS menurun setelah informasi kepulihan Donald Trump dari infeksi virus corona.5. IHSG menguat di sesi I, ditopang sektor barang konsumsiIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Senin (5/10/2020) seiring dengan sejumlah katalis positif, seperti membaiknya kondisi Donald Trump dan rencana penjualan obat corona di Indonesia.Hingga sesi I pukul 11.30 WIB, berdasarkan data investing.com IHSG naik 0,28 persen atau 14,02 poin menjadi 4.940,76, setelah bergerak di rentang 4.915,68 - 4.962,79. Ada 213 saham menguat, 160 melemah, dan 162 stagnan dengan total volume perdagangan 4,667 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 3,09 triliun.Lima dari 10 indeks sektoral menopang penguatan IHSG, sementara sektor barang konsumsi paling tinggi kenaikannya 0,95% dan aneka industri paling anjlok sebesar 0,74%.