m - Bank Indonesia merilis data kinerja penjualan eceran masih terkontraksi pada Agustus 2020 yang turun 9,2%, sementara ekspor produk kakao pada semester I menunjukan kenaikan sebesar 5,13% atau sebesar US$ 549 juta, disisi lain untuk aktifitas haji dan umroh tercatat ada sekitar Rp 20 triliun capital outflow setiap tahunnya. Sampai siang ini, rupiah mengalami penurunan sedangkan IHSG masuk zona hijau.Inilah berita yang perlu dipantau perkembangannya pada Kamis 8 Oktober 2020.1. Penjualan eceran bulan Agustus minus 9%Bank Indonesia (BI) menyebut kinerja penjualan eceran masih terkontraksi pada Agustus 2020 yang tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang turun 9,2% secara tahunan namun membaik dari Juli 2020 lalu, yakni 12,3 persen.BI memproyeksikan perbaikan kinerja penjualan eceran berlanjut pada September 2020 yang diperkirakan minus 7,3 %, membaik dari Agustus minus 9,2% ditopang kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tetap tumbuh positif.Sementara, beberapa barang lain yang penjualannya tumbuh membaik adalah kelompok bahan bakar kendaraan bermotor dan barang lainnya, seperti sub sandang, suku cadang, dan aksesoris.2. Ekspor produk Kakao capai US$ 500 jutaIndustri pengolahan kakao memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa yang tercermin dari capaian nilai ekspor produk kakao olahan pada Januari - Juni 2020 sebesar US$ 549 juta atau naik 5,13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Saat ini industri pengolahan kakao telah memproduksi beragam varian, seperti cocoa liquor, cocoa cake, cocoa butter, dan cocoa powder, sementara produk kakao olahan yang utama diekspor adalah produk cocoa butter yang tersebar ke negara tujuan utama ekspor seperti Amerika Serikat, Belanda, India, Estonia, Jerman dan Cina.Indonesia merupakan pengolah biji kakao nomor tiga di dunia setelah Belanda dan Pantai Gading dengan total kapasitas terpasang mencapai 800 ribu ton per tahun dari 13 perusahaan, namun disisi lain perlu melakukan peningkatan kualitas dan kuantitas bahan baku secara intensif.3. Untuk haji dan umroh capital outflow capai Rp 20 triliunBadan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyatakan pengeluaran untuk haji selalu menyumbang capital outflow tiap tahun yang nilainya Rp 15 triliun, semuanya lari ke asing mulai dari pesawat sampai lainnya.BPKH menginginkan kedepannya BUMN mengambil peran supaya uang tersebut bisa dibayarkan atau mengalir ke BUMN, dari pada dibayarkan ke negara lain.Lebih lanjut dijelaskan bahwa nilai Rp 15 triliun hanya dari haji, sedangkan dari umroh bisa mencapai Rp 5 triliun, dan khusus untuk transportasi saja pengeluarannya bisa mencapai Rp 1 triliun.4. Rupiah melemahNilai tukar rupiah di pasar spot masih dalam tekanan Kamis (08/10) siang, rupiah spot berada di level Rp 14.720 per dolar Amerika Serikat (AS) yang membuat rupiah melemah 0,07% dibandingkan penutupan Rabu (7/10) di Rp 14.710 per dolar AS.5. IHSG masuk Zona HijauIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berdasarkan data investing.com pukul 12.00 WIB ditutup hijau 0,59% di level 5.033,74 pada akhir perdagangan sesi I, Kamis, 8 Oktober 2020. Pada pembukaan IHSG memulai di level 5.018.74 dan selanjutnya dalam tren naik pada kisaran 5.011.63 sampai 5.036.85.Sebanyak 6,21 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi 368.943 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp3,77 triliun. Pergerakan saham yang terpantau meliputi 252 saham naik, 155 saham turun, dan 157 saham lainnya stagnan.Sembilan dari 10 indeks sektoral menopang IHSG. Sektor aneka industri paling tinggi kenaikannya 1,53%. Sementara, sektor konstruksi satu-satunya yang turun 1,11%.