m - Mengantisipasi agar lonjakan kasus seperti yang terjadi pada masa liburan panjang bulan Agustus silam tidak terulang lagi pada akhir Oktober, Pemda dihimbau untuk melakukan tindakan pencegahan, sementara SKK Migas menyampaikan bahwa telah ditemukan cadangan gas komersial baru di Laut Natuna Selatan sebesar 11,2 juta kaki kubik per hari (mmscfd), dan hasil survei Bank Indonesia menunjukan kinerja sektor industri pengolahan pada kuartal III-2020 terindikasi membaik, untuk Rupiah kembali melemah pada penutupan Rabu siang, sementara IHSG melanjutkan penguatan dipicu proyeksi IMF mengenai PDB RI tahun 2021 yang diperkirakan naik sebesar 6.1%. Inilah berita yang perlu dipantau Rabu siang.1. Pemda diminta cegah lonjakan kasus pada libur panjang akhir OktoberKomite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional meminta pemerintah daerah mengantisipasi lonjakan kasus corona pada periode libur panjang akhir Oktober nanti, agar peningkatan angka pasien positif Covid-19 akibat libur cuti bersama pada Agustus silam tidak terulang kembali.Jumlah pertambahan kasus Covid-19 setelah libur panjang Agustus lalu sempat mencapai 60% dan untuk menekan tingginya angka kasus penderita Covid-19, pemerintah bakal menggencarkan pengetesan dan pelacakan penyebaran virus sembari menunggu masuknya vaksin.2. Temuan gas baru di NatunaSatuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco (JK:MEDC) E&P Natuna berhasil menemukan cadangan gas komersial untuk dikembangkan di Wilayah Kerja (WK) Laut Natuna Selatan Blok B melalui pengeboran sumur eksplorasi West Belut-1 dengan kedalaman 5.000 kaki.Berdasarkan hasil uji pertama (DST#1) tercatat interval reservoir Formasi Udang mengalirkan hidrokarbon berupa gas sebesar 11,2 juta kaki kubik per hari (mmscfd).3. Sektor industri pengolahan tunjukan perbaikanKinerja sektor industri pengolahan RI pada kuartal III-2020 terindikasi membaik, meski masih dalam fase kontraksi yang tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia (BI) yang sebesar 44,91% atau naik dari kuartal II-2020 ketika itu sebesar 28,55%.Selain itu, volume pesanan barang input meningkat dan berada dalam fase ekspansi, yaitu dengan indeks sebesar 50,55% atau meroket dari 28,95% pada kuartal II-2020. Peningkatan ini terjadi pada seluruh subsektor industri pengolahan, terutama industri makanan, minuman, dan tembakau.Disisi lain, volume produksi juga mengalami peningkatan dengan indeks sebesar 45,35% atau lebih tinggi dari 25,36% pada kuartal II-2020.4. Sempat dibuka menguat, jelang siang Rupiah kembali landai Meski pada pembukaan perdagangan Rabu (14/10) pagi Rupiah menguat 0,1% atau 15 poin menjadi Rp14.710 per dolar AS, namun seiring beranjaknya matahari, nilai Rupiah kian melemah, dan berdasarkan data Investing.com pada pukul 12.00 WIB mengalami penurunan 0.31% di level 14.725.Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS ditenggarai akibat masih berlanjutnya ketidakpastian stimulus AS dan vaksin Covid-19 serta adanya rencana unjuk rasa terkait UU Cipta Kerja pada hari ini.5. Proyeksi IMF jadi modal penguatan IHSGIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejak pembukaan Rabu (14/10) dalam tren penguatan yang berdasarkan data investing.com diawali pada level 5.134,66 di pukul 09.00 WIB dan bergerak dikisaran 5.128,56 sampai 5.157,15, dan akhirnya ditutup naik 0,30% ke level 5.148,08 pada pukul 11.30 WIB.Pengumuman IMF mengenai proyeksi PDB Indonesia tahun depan yang naik 6,1%, meskipun untuk tahun ini diperkirakan minus 1,5%, tampaknya mendorong kenaikan IHSG.Pada sesi Rabu pagi, sebanyak 207 saham menguat, 199 saham melemah, dan 154 saham stagnan dibandingkan dengan penutupan kemarin. Saham BRIS (JK:BRIS) dan ANTM (JK:ANTM) menjadi salah dua saham penggerak indeks.Tujuh sektor menguat dipimpin pertambangan yang tumbuh 1,58%, infrastruktur 1,19%, dan sektor industri dasar 0,56%. Sedangkan 3 sektor melemah dengan sektor properti memimpin yang tergerus 1,2%.