m - Bursa Efek Indonesia memberikan relaksasi tenggat waktu penyampaian laporan keuangan dan laporan tahunan baik untuk perusahaan tercatat (emiten) dan penerbit, sementara Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menilai turunnya penjualan kendaraan berdampak ke industri pembiayaan karena industri otomotif merupakan salah satu sektor yang menjadi pasar terbesar perusahaan pembiayaan, sedangkan Bank Dunia menilai Omnibus Law sebagai upaya reformasi besar-besaran menjadikan Indonesia lebih berdaya saing dan mendukung pemulihan ekonomi yang tangguh dan pertumbuhan jangka panjang. Disisi lain Rupiah dan IHSG hari ini kembali masuk zona merah. Inilah yang perlu diketahui mengenai pasar Indonesia pada Jumat siang.1. Emiten Diberi Kelonggaran waktu laporan keuanganBursa Efek Indonesia (BEI) memberikan relaksasi tenggat waktu penyampaian laporan keuangan dan laporan tahunan baik untuk perusahaan tercatat (emiten) maupun penerbit yang merupakan upaya mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru pelaku usaha di tengah pandemi covid-19.Relaksasi tertuang dalam Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00089/BEI/10-2020 Perihal Relaksasi Batas Waktu Penyampaian Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan yang berlaku sejak 15 Oktober sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan kemudian.Nantinya untuk laporan keuangan tahunan, laporan tahunan, dan laporan keuangan kuartal I BEI mendapatkan relaksasi penyampaian laporan keuangan emiten selama 2 bulan dari normal.Sedangkan, perpanjangan batas waktu penyampaian laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan kuartal III bagi perusahaan tercatat dan penerbit melalui SPE-IDXnet diberi kelonggaran waktu 1 bulan dari batas waktu penyampaian laporan normal.2. Industri Pembiayaan terdampak anjloknya penjualan otomotifAsosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengungkapkan industri otomotif baik roda 2 maupun roda 4 mengalami pukulan berat dari pandemi covid-19 yang berdampak pada rata-rata penjualan kedua produk otomotif itu anjlok 40% pada periode April hingga Juni 2020.Penurunan terlihat dari penjualan mobil yang tercatat hanya 3.500 unit pada Mei 2020, anjlok tajam jika dibanding kondisi normal di kisaran 80 ribu sampai 90 ribu unit per bulan, dan sampai akhir tahun 2020 diperkirakan penjualan hanya akan tercapai 500 ribu atau separuh dari target sebesar 1,05 juta unit.Penurunan penjualan kendaraan juga berdampak ke industri pembiayaan karena industri otomotif merupakan salah satu sektor yang menjadi pasar terbesar perusahaan pembiayaan.3. Bank Dunia nilai Omnibus law jadikan Indonesia lebih berdaya saingBank Dunia menilai Omnibus Law sebagai upaya reformasi besar-besaran untuk menjadikan Indonesia lebih berdaya saing dan mendukung aspirasi jangka panjang bangsa untuk menjadi masyarakat yang sejahtera serta mendukung pemulihan ekonomi yang tangguh dan pertumbuhan jangka panjang di Indonesia.Menurut Bank Dunia, penghapusan pembatasan yang berat pada investasi menandakan Indonesia terbuka untuk bisnis. Sehingga, UU tersebut dapat membantu menarik investor, menciptakan lapangan kerja dan membantu Indonesia memerangi kemiskinan, untuk itu dibutuhkan peraturan pelaksanaan yang kuat guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.4. Rupiah melemah tipis Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat(16/10) siang pukul 11.25 WIB, terpantau melemah 64 poin atau 0.44% ke kisaran Rp 14.724, menurut data Investing.com.Pada pembukaan, Rupiah berada di level 14.695 terhadap Dolar AS, yang selanjutnya berada dalam tren pelemahan dimulai dari level 14.730 di pukul 09.30 WIB, dan sempat menguat ke level 14.720 untuk sesaat namun berakhir di 14.724.5. IHSG masuk zona merahIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi I Jumat (16/10) siang pukul 11.30 WIB berbalik melemah 0,64% ke kisaran 5.072,53Berdasarkan data Investing.com, selama perdagangan sesi I, indeks bergerak di kisaran terendah 5.070,01 hingga tertinggi di 5.103,37. Sebanyak 6 miliar lembar saham senilai Rp 3,85 triliun ditransaksikan hari ini. Sebanyak 159 saham menguat, 225 melemah, dan 158 stagnan.Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 307 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi Rp 3,8 triliun.