m - Presiden Jokowi kembali meminta agar BUMN, BUMD dan swasta membantu korporasi petani dan nelayan, jangan cuma sekedar menjadi off taker, Sementara BI merilis laporan indeks keyakinan konsumen bulan September 2020 yang menunjukan keyakinan konsumen masih galau, disisi lain pengesahan RUU Cipta Kerja oleh DPR Senin kemarin meski mendapat banyak keluhan dari buruh namun menjadi berkah bagi para emiten sektor perbankan.Inilah sejumlah berita yang perlu dipantau Selasa 6 Oktober 2020.1. Jokowi minta korporasi petani dan nelayan buat model bisnis yang baikPresiden Joko Widodo menginginkan badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, maupun swasta mendampingi korporasi petani dan nelayan untuk menciptakan model bisnis yang baik.Menurutnya beberapa tahun lalu kepada jajarannya sudah menginstruksikan melihat lembaga pembangunan tanah federal atau FELDA di Malaysia, serta koperasi sapi di Spanyol, meski model-model pendampingan yang bagus seperti itu mudah ditiru, namun hingga sekarang belum bisa dibangun.Selain itu Jokowi juga meminta agar dibangun ekosistem proses bisnis petani, menyambungkannya dengan sistem perbankan, inovasi teknologi, serta membenahi manajemen.2. IKK September Lanjutkan PenurunanBank Indonesia malaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September 2020 masih mengalami penurunan, dari 86,9 pada Agustus 2020 menjadi 83,4 per September 2020 yang mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi masih galau pada September 2020.Penurunan IKK ini terjadi pada semua kelompok pengeluaran, terutama pada responden dengan pengeluaran Rp1 juta sampai Rp4 juta per bulan.Dari sisi usia, penurunan terjadi pada seluruh kelompok usia responden, terdalam terjadi pada responden berusia di atas 60 tahun.Sedangkan secara spasial, penurunan IKK terjadi di 13 kota survei, dengan penurunan terparah di DKI Jakarta, turun 14,4 poin, kemudian diikuti Denpasar turun 12,3 poin, dan Padang turun 10,2 poin.Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini terpantau menurun dari 55,6 pada Agustus 2020 menjadi sebesar 54,1 pada September 2020.3. Omnibus Law jadi berkah untuk emiten bank Dengan disahkannya Omnibus Law dinilai akan menguntungkan sektor perbankan yang bisa menyalurkan kredit terutama kredit korporasi yang ingin berekspansi setelah ketidakjelasan tumpang tindih aturan dibereskan dengan undang undang sapu jagat ini dan aturan yang pro-investasi bisa dijalankan.Omnibus Law juga dinilai sebagai pengubah permainan (game changer) bagi iklim investasi dan iklim usaha Indonesia, karena menjanjikan kemudahan berusaha dan memangkas peraturan yang tumpang-tindih di berbagai Undang-Undang.Berdasarkan pantauan pada saham perbankan besar berhasil melejit pada perdagangan hari ini dengan kenaikan tertinggi dibukukan saham PT Bank Mandiri Tbk (JK:BMRI) dengan kenaikan 3,27% di level Rp 5.525/unit.Di posisi kedua yakni PT Bank Central Asia Tbk (JK:BBCA) dengan kenaikan 2,90% di level harga Rp 28.400/unit.dan setelahnya PT Bank Negara Indonesia Tbk (JK:BBNI) 2,16%, PT Bank Tabungan Negara (JK:BBTN) Tbk 2.02% dan PT Bank Rakyat Indonesia (JK:BBRI) Tbk 1,90%.4. Sempat menguat di awal perdagangan, Rupiah kembali melemah ke 14.742Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melesat di perdagangan pasar spot hari ini, setelah menguat 0,27% kemarin.Berdasarkan data investing.com, pada Selasa (06/10) pagi pukul 09.00 WIB, pada pembukaan US$ 1 diperdagangkan Rp 14.705/US$ di pasar spot. Rupiah menguat 0,47% dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin.Pada pukul 09.10 sempat menguat ke 14,687 namun selanjutnya terus turun dan pada pukul 11.50 WIB pada level 14.742 per Dolar AS.5. IHSG menguat saham perbankan jadi incaranIHSG kembali ke level 5.000 setelah menguat 1 persen, seiring dengan sentimen pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja.Berdasarkan data Investing.com, perdagangan Selasa (06/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka di level 5.004,4 dan sempat menguat ke level 5.020,14 pada pukul 9.40 WIB.Dan pada penutupan sesi pagi kembali turun ke level 5.009,88.Sebanyak 284 saham berhasil menguat, 123 saham melemah, sedangkan 140 saham lainnya berada di posisi yang sama seperti pada perdagangan sebelumnya.Transaksi asing mencatatkan net sell hingga Rp132,4 miliar. Namun, investor asing tampak mengincar saham-saham perbankan.