m - Cadangan Devisa Indonesia kembali melemah ditengah upaya pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, disisi lain biaya logistik RI masih kemhalan yang nilainya sekitar 23% dari PDB, lebih tinggi dari Malaysia yang hanya 13%, sementara harga emas antam kembali turun akibat terkena pukulan ganda akibat terdampak anjloknya harga emas dunia dan penguatan rupiah, sedangkan nilai Rupiah dan juga IHSG sampai siang hari ini mengalami penurunan tipis.Inilah 5 berita yang perlu dipantau sampai Rabu siang.1. BI : Cadangan Devisa bulan September turun tipis Bank Indonesia mengumumkan posisi cadangan devisa pada akhir September 2020 sebesar US$ 135,2 miliar, yang dinilai masih dalam level tinggi meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2020 sebesar US$ 137,0 miliar.Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,5 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.Penurunan antara lain dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.2. Biaya Logistik RI masih kemahalan Data Ditjen Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan biaya logistik di Indonesia mencapai 23,5% dari produk domestik bruto (PDB), ini lebih tinggi dari negara di kawasan ASEAN termasuk Malaysia yang hanya 13% dari PDB.Untuk itu sedang diupayakan sejumlah terobosan guna mendorong efisiensi salah satunya inspeksi bersama antara bea cukai dengan karantina sebagai bagian dari penataan ekosistem logistik nasional untuk peningkatan efisiensi aktivitas perekonomian.Saat ini pelabuhan Tanjung Emas menjadi salah satu pelabuhan yang termasuk awal menerapkan kebijakan tersebut yang prosesnya dimulai dengan pembentukan SOP bersama pada tanggal 18 Juni hingga piloting kepada 10 importir dan 6 penyedia perusahaan pengurus jasa kepabeanan (PPJK).3. Harga emas Antam anjlok terkena pukulan gandaHarga emas batangan produksi PT  Aneka Tambang  (JK:ANTM) (Antam) Tbk turun ke bawah Rp 1 juta/gram. Terdampak anjloknya harga emas dunia dan penguatan rupiah yang memberikan pukulan ganda.Melansir dari situs web Pegadaian, www.logammulia.com, harga emas batangan satuan 1 gram hari ini dijual Rp 999.000/batang, merosot 1,77% dibandingkan kemarin. Dan untuk pertama kalinya sejak 27 Juli harga emas Antam satuan 1 gram kembali ke bawah Rp 1 juta/gram.Sementara untuk satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan juga merosot 1,88% ke Rp 94.112.000/batang atau Rp 941.120/gram.4. Rupiah melemah tipis pada sesi pagi Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berbalik melemah di perdagangan pasar spot hari ini, setelah menguat 0,54% kemarin.Pada Rabu (07/10), berdasarkan data investing.com pada pembukaan perdagangan US$ 1 dijual Rp 14.700 di pasar spot, dan Rupiah sempat melemah ke 14.765 sebelum akhirnya ditutup di level 14.735 pada pukul 12.00 WIB5. IHSG lanjutkan tren penurunan di sesi IIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama Rabu (07/10) ditutup melemah 31,57 poin atau 0,63 persen ke posisi 4.967,65 yang melanjutkan tren penurunan sejak kemarin.Berdasarkan data Investing.com, indeks dibuka melemah pada level 4.976,57 dan bergerak di rentang 4.969,18 hingga 5.001,62 sepanjang sesi pertama.Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor properti sebesar 2,05%. Dari 10 sektor, hanya saham-saham sektor consumer yang menguat sebesar 0,29%.Secara umum, 147 saham menguat, 227 saham melemah, dan 333 saham stagnan dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin. Hingga akhir sesi pertama, total perdagangan saham mencapai 11,62 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp13,72 triliun.