sitas Indonesia (RSUI) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UI dan didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM UI) menggelar pelatihan berupa seminar online bertajuk “Hospital Preparedness Covid-19” yang ditujukan bagi tenaga kesehatan. Pelatihan tersebut telah berlangsung pada Juni 2020, yang diikuti oleh 1.659 tenaga kesehatan dari Sabang sampai Merauke.Menurut dr. Raden Rara Diah Handayani, Sp.P(K), Ketua Pelaksana Seminar, upaya untuk mempersiapkan tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di era pandemi Covid-19 sangatlah krusial. Baca Juga: Kabar Baik, Bio Farma Siapkan 3 Juta Dosis Vaksin Covid-19“Kementerian Kesehatan RI telah menunjuk rumah sakit rujukan Covid-19 di beberapa provinsi berikut laboratorium khusus diagnosisnya, namun persiapan di rumah sakit nonrujukan serta fasyankes primer juga perlu diperhatikan karena dari fasilitas-fasilitas kesehatan inilah penderita Covid-19 mulai dapat ditemui. Kemampuan mengenali, merujuk, menatalaksana, serta kemampuan mengendalikan infeksi perlu dipastikan apakah sudah benar-benar matang dan dapat menjamin setiap kasus Covid-19 dapat ditangani dengan tepat dan aman di setiap fasyankes,” ujar. dr. Raden Rara. Baca Juga: 6 Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia | InfografisTim Pengmas RSUI menyiapkan 21 narasumber dokter dan perawat yang merupakan ahli di bidangnya masing-masing, untuk berbagi wawasan dan pengalaman mereka dalam hal terkait Hospital Preparedness Covid-19 RSUI. Kegiatan seminar online ini dibagi menjadi lima kelompok bahasan, yaitu mengenai diagnosis, alur pelayanan, manajemen klinis, manajemen fasyankes, dan evaluasi pasca-perawatan Covid-19.Tim Pengmas RSUI melakukan pre-test dan post-test untuk mengetahui lebih dalam kesiapan dalam menangani Covid-19 di fasyankes masing-masing. Dari hasil survei tersebut, diperoleh hasil bahwa lebih dari 50% nilai pre-test peserta kurang dari 60. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga medis dan tenaga kesehatan terhadap penanganan Covid-19 masih kurang, sedangkan pada post-test, peserta dengan nilaiDokter Diah Handayani, salah seorang dokter yang juga terlibat dalam pengmas, menuturkan, “Kami berharap melalui kegiatan pengmas ini, kami dapat mendiseminasi pengetahuan terkait tata laksana rumah sakit. Selain itu, dengan adanya seminar ini kami juga memperoleh gambaran mengenai tingkat pengetahuan tenaga kesehatan dan mengetahui tingkat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di masing-masing rumah sakit sehingga diharapkan dapat mengevaluasi sejauh mana pelayanan kesehatan di Indonesia telah memenuhi standar WHO dan Kementerian Kesehatan RI.”Penulis: RedaksiEditor: Lestari NingsihFoto: Foto: Reuters.