ner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memutuskan untuk mencabut izin usaha PT Asuransi Recapital pada 16 Oktober lalu karena perusahaan tidak dapat memenuhi ketentuan tingkat solvabilitas minimum.Dilansir dari CNN Indonesia Senin (02/11), Asuransi Recapital merupakan perusahaan asuransi umum nasional yang bernaung di bawah Recapital Group. Recapital Group merupakan bisnis multisektoral yang didirikan oleh Sandiaga Uno bersama Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani dan Elvin Ramli pada 23 tahun lalu.Berkaitan dengan pencabutan izin usaha Asuransi Recapital, itu semua tertuang dalam Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP45/D.05/2020 yang diumumkan lewat pengumuman Nomor PENG-50/NB.1/2020 tentang Pencabutan Izin Usaha di Bidang Asuransi Umum Atas PT Asuransi Recapital.Deputi Komisioner Pengawas IKNB I Anggar Budhi Nuraini menyebut pencabutan izin dilakukan karena perusahaan tidak dapat memenuhi ketentuan yang menjadi penyebab dikenainya sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU). Sanksi PKU dikenakan karena perusahaan melanggar ketentuan tingkat solvabilitas minimum.Sebelumnya menurut Bisnis.com awal tahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin perubahan nama kepada PT Asuransi Jiwa Recapital menjadi PT Asuransi Jiwa Starinvestama.Ketetapan itu tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEP-2/NB.11/2019 pada 11 Januari 2019.Menurut laporan Relife sempat mendapatkan sanksi pembatasan kegiatan usaha atau PKU dari OJK lantaran tidak memenuhi ketentuan minimum pada tingkat solvabilitas atau risk based capital (RBC).Untuk meningkatkan kapasitas modal dan memenuhi ketentuan, Recapital Group, grup usaha yang dimiliki oleh Rosan P. Roeslani dan Sandiaga Uno dan sebelumnya menjadi induk Relife, akhirnya melepaskan saham mayoritas di perusahaan asuransi jiwa itu kepada investor baru, yakni PT Transpacific Mutualcapita.Pada paruh kedua 2017, PT Transpacific Mutualcapita pun mulai merealisasikan penambahan modal sebagai syarat untuk mengakuisisi 99,9% Relife dari Recapital Group.Akhirnya, pada Mei 2018, OJK mencabut sanksi PKU Relife lantaran sudah memenuhi tingkat solvabilitas dengan dukungan tambahan modal dari pemegang saham. Pencabutan sanksi itu dilakukan OJK melalui surat No. S-230/NB.2/2018 tertanggal 8 Mei 2018.Dengan dicabutnya sanksi tersebut, Relife dapat melakukan kegiatan penutupan pertanggungan baru untuk seluruh lini usaha bagi perusahaan asuransi sejak 8 Mei 2018 dan senantiasa mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku.