g terus menyimpang, menjadi miliarder dan mempertahankan status itu semakin sulit seiring berjalannya waktu. Pada April tahun ini, ada sekitar 2.095 miliuner di seluruh dunia, menurut majalah Forbes.Dilansir dari The Sun di Jakarta, Rabu (2/12/2020) karena krisis ekonomi akibat virus corona, jumlah miliarder berkurang 58 orang dibanding tahun lalu dan 226 lebih sedikit dibandingkan awal Maret ini.Dengan kata lain, 51 persen miliarder dalam daftar tersebut lebih miskin dibandingkan tahun lalu. Namun, beberapa dari mereka masih memiliki kesempatan untuk menambah kekayaan selama krisis ekonomi karena investasi, keringanan pajak, dan usaha bisnis. Sebagai conroh, Jeff Bezos dan Mark Zuckerberg mendapat USD60 miliar dolar lebih kaya jika digabungkan selama krisis.Baca Juga: Lobi-Lobi Joe Biden, Miliarder Muda Ini Mau Bantu Sebar Info Perkembangan Vaksin CoronaSementara itu, negara dengan miliarder terbanyak adalah Amerika Serikat. AS memiliki 614 miliarder yang tinggal di negara itu, diikuti oleh China dengan 388 miliarder.Selama puncak krisis virus corona, warga terkaya di China memperoleh USD1,5 triliun selama pandemi meskipun terjadi kemerosotan global yang disebabkan oleh krisis. Selama tahun lalu, 257 lebih orang telah menjadi miliarder di negara itu, menurut daftar orang kaya tahunan yang diterbitkan pada bulan Oktober.Kekayaan mereka diyakini meningkat berkat kehadiran e-commerce dan game berkembang pesat sementara sebagian besar dunia terkunci.Sebaliknya, Prancis dan Kanada memiliki jumlah miliarder terendah yang tinggal di negara mereka masing-masing dengan hanya 39 dan 44 orang. Hanya 0,08 persen, atau 42 juta orang di dunia, yang dianggap menyandang status miliarder.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: Aceh bisnis