Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan total realisasi investasi langsung selama kuartal III 2020 meningkat sebesar Rp 209 triliun atau bertambah 1,6% yoy dan naik 8,9% dari kuartal sebelumnya (qtq).Adapun mengutip laporan Kumparan Jumat (23/10) serapan tenaga kerja selama kuartal III, BKPM melaporkan jumlahnya mencapai 295.387 orang dari 45.726 proyek investasi.Secara rinci, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di kuartal III 2020 senilai Rp 102,9 triliun, naik 9,1% (qtq) dan naik 2,1% (yoy). Sedangkan PMA senilai Rp 106,1 triliun atau naik 8,7% (qtq) maupun tahunan 1,1% (yoy).Investasi yang masuk di Pulau Jawa selama kuartal III turun 12% (yoy) menjadi Rp 98,6 triliun. Sedangkan investasi di luar Pulau Jawa menanjak 17,9% (yoy) menjadi Rp 110,4 triliun.Berdasarkan negara asalnya, PMA yang masuk ke Indonesia di kuartal III tahun ini paling banyak dari Amerika Serikat senilai USD 2,5 miliar, disusul China USD 1,1 miliar, Jepang USD 0,9 miliar, Hong Kong USD 0,7 miliar, serta Belanda USD 0,5 miliar.Lebih lanjut dikutip dari Tempo (JK:TSPC) Jumat (23/10), Kepala BKPM mengatakan realisasi ini telah mencapai 74,8% dari target Rp817,2 triliun.Realisasi ini meningkat dibandingkan dengan kuartal II/2020 sebesar Rp191,9 triliun dan naik jika dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp205,7 triliun.Dari total realisasi investasi tersebut, sumbangan aliran penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp102,9 triliun atau 49,3%, meningkat dari kuartal II/2020 sebesar 9,1% dan 2,1% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp106,1 triliun atau 50,8%, naik 8,7% dari kuartal sebelumnya dan 1,1% dari tahun lalu.Secara sektor, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi mendominasi sebesar 15% dari total investasi dan diikuti oleh industri logam dasar dan barang logam di posisi kedua.