maritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar Terawan Agus Putranto selaku Menteri Kesehatan agar memastikan ketersediaan obat-obatan Covid-19 paling tidak hingga akhir tahun ini.Pasalnya, Ia masih menemukan beberapa rumah sakit yang mengalami kesulitan untuk memperoleh Favipiravir, Remdesivir dan Actemra.“Saya ingin agar kelangkaan ini bisa segera diselesaikan. Saya akan cek secara regular terkait hal ini, pokoknya jangan sampai ada orang mati karena tidak memperoleh obat tepat waktu,” pesan Menko Luhut serius, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Ketersediaan dan Kewajaran Harga Obat/Farmasi untuk Covid 19, di Jakarta, Senin (5/10/2020).Baca Juga: Lantang! Luhut Beri Perintah ke Terawan dan Erick ThohirMengenai hal ini, Menkes Terawan melaporkan bahwa pengadaan obat dan alat kesehatan sesuai protokol standar penanganan pasien Covid 19 sudah dilakukan sesuai jadwal dan alokasi kebutuhan. Namun demikian, dia mengakui bahwa untuk pengadaan alat High Flow Nasal Cannula masih belum sepenuhnya mampu dipenuhi oleh produsen dalam negeri.Baca Juga: Peringatan Luhut ke Perusahaan Farmasi: Jangan Berani-berani Mainkan Harga Jual Vaksin Corona!“Untuk Alkes High Nasal canullauntuk sementara produsen dalam negeri hanya mampu menyediakan 300 alat, sedangkan 1000 alat sisanya masih saya cari dari luar negeri,” bebernya kepada Menko Luhut.Menanggapi laporan tersebut, Menko Luhut menegaskan agar Menkes Terawan terus mendorong pengadaan alat dari dalam negeri dulu baru impor bila memang kondisi mendesak.Penulis/Editor: Annisa NurfitriyaniFoto: Ampelas