dang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) telah mendulang sekitar 1,35 juta pendukung per Rabu (7/10/2020).Berdasarkan pantauan Warta Ekonomi terhadap laman Change.org, petisi itu mengudara pada Senin (5/10/2020) berkat inisiasi pemuka agama se-Indonesia dengan inisiator: Busyro Muqoddas, Merry Kolimon, Ulil Absar Abdalla, Engkus Ruswana, Roy Murtadho, dan Penrad Siagian.“Kami meminta DPR RI membatalkan Omnibus Law dan kembali membuka ruang partisipasi publik yang demokratis,” tulis para inisiator di keterangan petisi tersebut.Baca Juga: Masya Allah Bikin Begidik, Dampak Omnibus Law, Jamaah 212 Siap Turun ke Jalan!!Baca Juga: Sebut Flu Lebih Bahaya dari Corona, Donald Trump Kena Sidak Twitter dan FacebookMenurut inisiator petisi, persoalan mendasar dalam Omnibus Law, antara lain: mengancam kebebasan beragama-berkeyakinan, pemangkasan hak pekerja/buruh, potensi konflik agraria dan lingkungan hidup, serta pemangkasan ruang penghidupan kelompok nelayan, tani, dan masyarakat adat.Selain itu, inisiator juga menulis, “RUU Cipta Kerja akan menarik kewenangan pemerintah provinsi dalam mengelola mineral dan batubara, termasuk kewenangan penerbitan perda dan penerbitan izin.”Sekadar informasi, DPR telah mengesahkan UU Cipta Kerja alias Omnibus Law pada Senin pekan ini. Awalnya, pengesahan itu akan berlangsung pada Kamis (8/10/2020).Penulis/Editor: Tanayastri Dini IsnaFoto: Muhammad Iqbal