dak akan menaikkan upah minimum di Indonesia tahun depan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Ida Fauziyah menyatakan.Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mengutip laporan CNN Indonesia Selasa (27/10).Dalam beleid yang diteken pada 26 Oktober 2020 itu, Ida menerangkan pandemi covid-19 berdampak pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja/buruh termasuk dalam membayar upah.Selanjutnya, Ida meminta gubernur untuk melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Dikutip dari Kontan Selasa (27/10) dalam surat edaran tersebut, pemerintah memutuskan upah minimum 2021 tidak mengalami kenaikan alias setara dengan upah minimum tahun ini.Surat edaran penetapan upah minimum tersebut telah diteken oleh Menaker pada 26 Oktober 2020. Selanjutnya, upah minimum 2021 ini secara resmi akan ditetapkan dan diumumkan oleh seluruh pemerintah daerah pada akhir Oktober 2020.Sebelumnya menurut Detik Finance Sabtu (24/10) silam, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal membeberkan alasan buruh meminta upah minimum naik 8% di tahun 2021. Ia mengatakan, kenaikan upah itu diperlukan untuk mendongkrak daya beli masyarakat, untuk menumbuhkan konsumsi yang jadi tulang punggung dalam indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia.Said kemudian membandingkan kenaikan UMP saat Indonesia mengalami krisis keuangan di tahun 1998-1999. Menurutnya, pemerintahan kala itu justru menaikkan upah minimum untuk menumbuhkan konsumsi rumah tangga.Begitu juga di tahun 2000 di mana upah minimum naik 23%.Menurutnya, masih banyak perusahaan-perusahaan yang tetap beroperasi di tengah pandemi. Sehingga, buruh menilai masih ada kemampuan perusahaan menaikkan upah buruhnya.