yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi, sebab, 99,99% unit usaha di Indonesia berbentuk UMKM. Tak cuma itu, UMKM juga berkontribusi 61,1% terhadap PDB Indonesia, menurut Kemenkeu.Youtap indonesia, sebagai pelopor solusi digital serba bisa untuk pelaku usaha, bersinergi dengan para partner Gerakan Toko BERSAMA, di antaranya Coca-Cola (NYSE:KO), Belfoods dan Bintang Toedjoe ikut membantu kebangkitan UMKM termasuk dalam transformasi digital.Gerakan Toko BERSAMA (BERsih, SehAt, MAju) ini merupakan program dukungan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, meluncur sejak Juni lalu. “Saat ini fokus dari Gerakan Toko Bersama bersama para partner adalah untuk melakukan edukasi seputar operasional toko yang sehat dan aman dapat diimplementasikan oleh para pelaku UMKM retail, selanjutnya kita akan memulai edukasi mengenai tata kelola keuangan, tatakelola persediaan (Inventory Management) dan digitalisasi toko” jelas Managing Director QASA, Joko Wiyono, selaku Mitra Pelaksana dari GTB.Baca Juga: Gugatan Hukum Bikin Facebook Tak Mujur, Kerajaan Bisnis Miliarder Zuckerberg Terancam HancurBaca Juga: Guna Pulihkan Ekonomi Pasca-COVID-19, Negara ASEAN Mesti Terapkan Strategi IniSebagai kolaborator, nantinya Youtap akan membantu mendigitalisasi pelaku UMKM retail  dalam ekosistem partner Gerakan Toko Bersama. Setidaknya, sampai saat ini sudah lebih dari 85.000 pelaku usaha telah bergabung dari berbagai daerah di tanah air di dalam ekosistem digital Youtap, meningkat 25% dalam 1 bulan terakhir. Dengan jumlah UMKM yang dimiliki Youtap saat ini, ditargetkan tambahan 100.000 merchant dari partner Gerakan Toko BERSAMA di seluruh Indonesia agar lebih banyak UMKM Retail yang mendapatkan manfaat .Chief Executive Officer Youtap Indonesia, Herman Suharto mengatakan “Kolaborasi secara tepat akan mempercepat usaha dalam membangkitkan UMKM Indonesia. Karena itulah kami menyambut baik ajakan kolaborasi dalam Gerakan Toko Bersama yang tentunya sejalan dengan visi Youtap untuk membangun Indonesia lewat UMKM Go Digital.”Edukasi dari Youtap dalam program ini akan mencakup 3 hal. Penggunaan transaksi nontunai baik untuk pembeli offline dan online, keuntungan memiliki analisis keuangan demi kemajuan usaha, dan peningkatan loyalitas pelanggan. Manajemen keuangan yang matang menjadi salah satu kendala yang dihadapi para pelaku UMKM.“Momen pandemi ini, membuat UMKM bergerak lebih lambat namun menjadi punya banyak waktu untuk mengembangkan diri. Kami akan memanfaatkan momen ini untuk mengedukasi UMKM dan membantu mereka memiliki kemampuan yang lebih mumpuni agar dapat berlari kencang usai masa-masa sulit ini berlalu.” kata Herman.Pandemi Covid-19 justru mendorong langkah Youtap mendigitalisasi UMKM Indonesia. Selain Gerakan Toko Bersama, baru-baru ini Youtap juga bekerja sama dengan Dinas UMKM Kota Bandung, Dinas UMKM Kota Medan, dan Dinas UMKM Garut melakukan edukasi pada UMKM binaan dan khalayak umum lewat webinar yang ditayangkan di media sosial.“Berbagai medium akan kami coba untuk menjangkau lebih banyak UMKM di Indonesia. Kebangkitan UMKM akan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat pada umumnya, karena UMKM adalah kunci pemulihan ekonomi Indonesia.” tutup Herman.Penulis: ***Editor: Tanayastri Dini IsnaFoto: Youtap Indonesia?