hadapan banyak mata uang dan bertengger di level Rp14.700-an per dolar AS pada perdagangan Selasa, 30 Oktober 2020. Padahal, ada sejumlah sentimen positif yang menyertai rupiah, baik internal maupun eksternal.ÂBaca Juga: Selasa, 20 Oktober 2020: Harga Emas Antam (JK:ANTM) Masih Betah di Rp1.008.000 Per GramDari dalam negeri, Menkeu Sri Mulyani mengatakan bahwa perekonomian Indonesia sudah kembali pulih pada September 2020 yang salah satunya tercermin melalui neraca perdagangan. Sementara dari luar negeri, kabar positif datang dari pertumbuhan data ekonomi China yang membaik menjadi 4,9% pada kuartal III tahun 2020.Baca Juga: Sakitnya Tuh di Sini: Habis Disayang-Sayang, Sekarang Rupiah Dibuang-Buang!Sampai dengan saat ini, rupiah terkoreksi sedalam -0,21% ke level Rp14.742 per dolar AS. Beberapa saat sebelumnya, rupiah bahkan jatuh ke level terdalam di angka Rp14.748 per dolar AS. Bukan cuma itu, dua mata uang Eropa juga ikut menumbangkan rupiah, yakni poundsterling (-0,12%) dan euro (-0,12%).ÂUntung saja, rupiah masih dapat lebih baik daripada dolar Australia (0,24%). Bukan hanya global, rupiah pun ambruk di tingkat regional. Rupiah menjadi mata uang terlemah ketiga di Asia setelah baht (0,08%) dan yen (0,04%). Dengan kata lain, rupiah melemah terhadap dolar Taiwan (-0,85%), won (-0,23%), dolar Singapura (-0,13%), dolar Hong Kong (-0,11%), yuan (-0,05%), dan ringgit (-0,03%). Penulis/Editor: Lestari NingsihFoto: Sigid Kurniawan