m - Pemulihan ekonomi Indonesia dipastikan tidak bisa sepenuhnya bergantung pada belanja pemerintah, untuk itu investasi dinilai dapat jadi pendorong pertumbuhan, sementara BI memperkuat ketentuan operasi moneter syariah, sedangkan boikot perusahaan AS terhadap CPO Malaysia terkait dugaan kerja paksa bakal berdamapak positif bagi emiten Indonesia, disisi lain Kalbe Farma (JK:KLBF) melakukan pergeseran kepemilikan saham dalam rangka pengelompokan unit bisnis sejenis, dan terakhir harga batubara acuan akhirnya naik lagi setelah sempat dalam tren turun beberapa bulan terakhir.1. Investasi jadi penggerak pertumbuhan ekonomi 2021Pemulihan ekonomi Indonesia pada 2021 dipastikan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada belanja pemerintah. Oleh sebab itu, investasi diharapkan menjadi kunci pendorong pertumbuhan tahun depan.Badan Kebijakan Fiskal (BKF) mengungkapkan di tahun 2021 pengeluaran dari konsumsi pemerintah juga tidak akan turun sehingga investasi harus bagus untuk memulihkan ekonomi.Untuk mencapai itu akselerasi reformasi akan ditingkatkan agar banyak investor yang tertarik menanamkan modal di Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui Omnibus Law Cipta Kerja, reformasi anggaran, dan lembaga pengelola investasi.2. BI Perkuat Ketentuan Operasi Moneter SyariahBank Indonesia memperkuat ketentuan operasi moneter yang diterbitkan terkait penerbitan instrumen baru operasi moneter syariah berupa transaksi penyediaan dana kepada peserta operasi moneter syariah dengan agunan berupa surat berharga yang memenuhi prinsip syariah, baik dalam rangka operasi pasar terbuka maupun standing facilities yang berlaku efektif sejak 1 Oktober 2020.Aspek-aspek instrumen baru operasi moneter syariah yang diatur dalam PBI tersebut antara lain akad, prinsip transaksi, surat berharga yang dapat digunakan dalam transaksi, dan sanksi dalam hal peserta operasi moneter tidak memenuhi kewajiban setelmen dalam transaksi.3. CPO Malaysia Diboikot Jadi Peluang untuk IndonesiaPasar minyak nabati terkena sentimen negatif setelah salah satu produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terbesar Malaysia, FGV Holdings Berhad produknya diboikot masuk ke pasar Amerika Serikat (AS) karena adanya kabar kerja paksa karyawan.Sentimen boikot oleh AS ini cukup mempengaruhi kinerja harga CPO dan saham-saham emiten yang berhubungan, namun hal ini dinilai bersifat temporer alias sementara lantaran ekspor CPO sejauh ini tetap berjalan.Sementara untuk emiten dalam negeri memiliki potensi mengambil peluang penjualan di pasar yang saat ini memboikot perusahaan Malaysia.4. Kalbe Farma Fokuskan proses bisnis PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) merestrukturisasi bisnis dengan melakukan pergeseran kepemilikan saham di beberapa anak usaha yakni PT Kalbe Morinaga Indonesia dan PT Kalbe Milko Indonesia yang dipindahkan ke PT Sanghiang Perkasa, juga anak perusahaannya.KLBF melepas 70% saham di Kalbe Morinaga atau setara 21.700 saham senilai Rp 198,53 miliar, sementara 30% dari Kalbe Morinaga dimiliki Morinaga Milk Industry.Co.Ltd. .Selain itu, KLBF juga melepas 51% saham Kalbe Milko atau setara 44.880 saham senilai Rp 44,88 miliar, sebesar 49% saham lainnya dimiliki Milko Beverage Industry.Menurut pihak perusahaan transaksi ini merupakan langkah Kalbe Farma di dalam pengelompokan unit bisnis atau anak usaha KLBF ke divisi yang sejenis sehingga proses bisnis dapat lebih fokus dalam meningkatkan pengembangan produk dan layanan.5. Harga Batubara Acuan Oktober Naik LagiSetelah sempat melemah, Harga Batubara Acuan (HBA) bulan Oktober 2020 mencatatkan kenaikan sebesar 3,2% dibandingkan HBA bulan sebelumnya dipicu mulai pulihnya industri di Cina serta industri baja dan otomotif Jepang ikut meningkatkan permintaan batubara global.Naiknya permintaan batubara di beberapa negara mengangkat rata-rata indeks bulanan penyusun HBA, yaitu ICI naik 0,53%, Platt's naik 0,12% GCNC naik 6,29%, dan NEX naik 6,01%.Untuk naiknya permintaan batubara dari Cina karena harga batubara domestik disana lebih tinggi daripada harga batubara impor.