ecara global lantaran kasus Covid-19 di Tanah Air yang belum juga menunjukkan tanda-tanda akan membaik. Terhitung sampai Senin, 14 Desember 2020, terdapat pertambahan 5.489 kasus sehingga totalnya menjadi 623.309 orang terkonfirmasi positif Covid-19.Kondisi demikian membuat rupiah tak tenang sama sekali hingga akhirnya jatuh menjadi mata uang terlemah, baik di tingkat Asia maupun dunia. Dilansir dari RTI, rupiah terdepresiasi hingga ke level terdalam di angka Rp14.131 per dolar AS. Baca Juga: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Nasib First Indo American Leasing: Tak Kantongi Izin dan Terancam....Sampai dengan pukul 10.10 WIB, rupiah terkoreksi -0,61% ke level Rp14.129 per dolar AS. Rupiah semakin ketar-ketir ketika ditekan oleh dolar Australia (-0,60%), euro (-0,71%), dan poundsterling (-0,74%). Baca Juga: Berada di atas 6.000, IHSG Mulai Kesulitan Menanjak dan Ambruk ke Zona MerahJangankan melawan mata uang global, rupiah saja sudah jungkir balik melawan mata uang regional. Sebagai yang terlemah se-Asia, rupiah keok atas dolar Taiwan (-1,56%), dolar Hong Kong (-0,55%), won (-0,54%), yen (-0,50%), baht (-0,49%), dolar Singapura (-0,48%), yen (-0,37%), dan ringgit (-0,26%).Penulis/Editor: Lestari NingsihFoto: Sigid Kurniawan