nanganan maksimal pandemi covid-19 bisa menjadi kunci pemulihan cepat perekonomian dalam negeri, Executive Director Nielsen Wiwy Sasongko mengatakan pada Rabu (11/11). Ia pun memprediksi ekonomi RI mulai tumbuh 5%-6% pada kuartal II/2021 memasuki momentum lebaran.Mengutip laporan Katadata Kamis (12/11), Wiwy Sasongko mengatakan, tingkat kepercayaan konsumen melemah selama pandemi berlangsung. Timbulnya kekhawatiran masyarakat terhadap perekonomian serta pekerjaan, membuat konsumen menunda pembelian. Akibatnya, daya beli menurun.Ini pun tercermin dari pertumbuhan retail hingga September 2020 yang hanya 2%, dibandingkan tahun lalu mencapai 8%. Oleh sebab itu, peretail memiliki tantangan besar mempertahankan bisnis di tengah pandemiKendati demikian, memasuki kuartal III 2020 sektor retail mulai bangkit jika dibandingkan dengan kuartal I dan kuartal II. Ini seiring dengan dibukanya kembali aktivitas perekonomian serta masa PSBB transisi.Ia memperkirakan pada 2021 industri retail bakal tumbuh di kisaran mid single digit atau sekitar 5%-6%. Pertumbuhan diramal baru mulai terjadi pada kuartal-II 2021 atau memasuki momentum lebaran.Sementara menurut laporan Tirto.id akhir Juni silam, pandemi COVID-19 telah menggerus daya beli masyarakat. Menurut hitung-hitungan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), pandemi telah menggerus daya beli masyarakat hingga Rp362 triliun.Hilangnya daya beli disebabkan oleh berkurangnya jam kerja selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai daerah Indonesia untuk mengantisipasi penyebaran Corona atau COVID-19.Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, kehilangan daya beli dialami secara merata, baik di kalangan pekerja sektor industri manufaktur maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).