ia (MUI) Anwar Abbas, menilai satu tahun Pemerintahan kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi), dinilai gagal total jika mengacu para pertumbuhan ekonomi.“Apakah pemerintah Jokowi berhasil atau tidak di tengah-tengah Covid-19 dan krisis ekonomi global ini? Tentu pasti akan sangat sulit, kalau ukurannya pertumbuhan ekonomi, sudah jelas pemerintah Jokowi sudah gagal total,” tegasnya dalam keterangan tertulisnya, kemarin. Baca Juga: Pemerintahan Jokowi Diminta Jangan Panik Hadapi KAMI, Mereka Hanya...Menurut dia, Indonesia saat ini sudah masuk jurang resesi dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia minus dalam dua kuartal ke belakang.Sambungnya, kondisi tersebut kemudian berimbas pada angka pemutusan hubungan kerja (PHK) juga tinggi. “Pertumbuhan ekonominya negatif dalam dua kuartal secara berturut-turut, sehingga menyebabkan meningkatnya secara tajam angka PHK, pengangguran, dan kemiskinan.” Baca Juga: Besok Demo Besar-besaran, Ribuan Mahasiswa Bakal Kepung Kantor Jokowi“Terlebih lagi, kalau dibandingkan dengan masa atau periode sebelumnya hal ini jelas merupakan kemunduran yang luar biasa,” imbuhnya.Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintahan era Jokowi belum tentu bisa memulihkan sisi pertumbuhan ekonomi ini dalam waktu dekat.Namun, menurut dia, catatan minor tadi bukan berarti pemerintahan Jokowi telah gagal. Sebab, kata dia, siapa pun yang menjadi Presiden RI pada saat ini akan sulit menyelematkan Indonesia dari jurang resesi.“Siapa pun yang menjadi presiden di negeri ini, sekarang ini, pasti juga tidak akan mampu menghindarinya karena masalah ini tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan Covid-19 yang tidak hanya melanda dan merontokkan ekonomi negeri ini, tetapi juga banyak negara di dunia,” sambungnya.Selain itu, jika dari persoalan buruknya pertumbuhan ekonomi ini, ia berharap pemerintahan Jokowi segera berbenah.“Meminjam istilah Bung Hatta, pemerintah harus benar-benar bisa membuat dan membenahi ekonomi nasional dengan memperbesar tenaga beli rakyat,” ungkapnya.“Produksi yang dilakukan harus ditujukan pertama-tama dan utama ialah untuk kepentingan ke dalam yaitu untuk memenuhi kebutuhan rakyat,” tukas dia.Penulis: ***Editor: Vicky FadilFoto: