dalam Barisan Relawan Nusantara (Baranusa), ikut memberikan rapor merah atas kinerja satu tahun periode kedua Pemerintahan Joko Widodo. Bahkan, Baranusa menilai satu tahun di periode kedua Pemerintah Jokowi dianggap sangat buruk.Ketua Baranusa, Adi Kurniawan mengatakan, pihaknya mempunyai beberapa catatan atas penilaian satu tahun pemerintahan Jokowi-Maruf. Baca Juga: Gawat! Kantor Jokowi Akan Dikepung, Ada Juga Skenario Demo Ricuh, Istana Beri Peringatkan“Catatan kami sebagai relawan pendukungnya menilai satu tahun pemerintahan Jokowi di periode kedua, secara jujur kami katakan sangat buruk,” ujarnya, seperti dilansir, RMOL, Selasa (20/10/2020). Baca Juga: Ketua MPR Minta Presiden Jokowi Lebih Fokus dan InovatifLanjutnya, yang menjadi catatan, di antaranya utang terus meningkat namun perekonomian tidak membaik justru malah semakin terpuruk. Kemudian, pemerintahan Jokowi juga dianggap gagal dalam menangani pandemi Covid-19.Catatan ketiga, Baranusa menilai Pemerintahan Jokowi dinilai tidak demokratis dan tidak persuasif meredam protes kebijkaan dari rakyat.Selain itu, Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja lahir di era Pemerintahan Jokowi.Keempat, BUMN sebagai induk pembangunan ekonomi nasional juga rugi serta tidak mampu memberikan efek positif terhadap pemasukan keuangan negara.“Terutama pada situasi pandemi yang seharusnya BUMN mampu menjadi pertahanan ekonomi, justru malah ikut membebani keuangan negara,” jelas Adi.Selanjutnya, sambung Adi, ia juga menyoroti persoalan agraria yang dianggap juga buruh. Di mana, penggusuran terjadi di beberapa daerah dengan merampas tanah rakyat.“Dan keenam, intoleransi terhadap umat beragama juga meningkat sejak dipimpin oleh pemerintahan Jokowi,” pungkas Adi.Penulis: RedaksiEditor: Vicky FadilFoto: Hafidz Mubarak A