Carolina, Fredric Eshelman meminta uang sebesar USD2,5 juta atau sekitar Rp35 miliar dikembalikan dari kantong kampanye Donald Trump. Uang tersebut sempat diberikan Eshelman sebagai dana kampanye sang Presiden Petahana AS sekaligus mengungkap kecurangan dan klaim penipuan selama pemilu berlangsung.Dilansir dari The Guardian di Jakarta, Senin (30/11/2020) Eshelman mengaku memberikan uang itu kepada True the Vote, kelompok pro-Trump di Texas. Kelompok tersebut telah berjanji untuk mengajukan tuntutan hukum di tujuh negara bagian.Baca Juga: Sebelum Trump Angkat Kaki, Akan Ada Perang Besar-besaran!Adapun tujuan penuntutan yakni untuk menyelidiki, menghukum, dan mengungkap dugaan pemungutan suara ilegal serta penipuan dalam Pilpres AS 2020.Kini, Eshelman meminta uangnya kembali usai True the Vote membatalkan upaya hukumnya untuk membongkar kecurangan Pilpres AS 2020. Dia juga sudah meminta penjelasan ke True the Vote, namun jawabannya dianggap hanya omong kosong dan janji palsu.Sejauh ini, Eshelman pun mendaftarkan gugatannya di pengadilan Houston. Gagalnya upaya True the Vote dianggap mencerminkan kekalahan Trump pada Pilpres 2020. Selain itu, Eshelman mengaku diajak berdonasi untuk Trump oleh Presiden True the Vote, Catherine Engelbrecht.Donasi dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pertama USD2 juta pada 5 November dan USD500 ribu pada 13 November.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: REUTERS/Carlos Barria