cukup tenaga untuk berhadapan dengan sang lawan. Seakan lemas usai libur panjang, rupiah justru tumbang di hadapan hampir semua mata uang dan bertengger di kisaran Rp14.600-an per dolar AS pada Senin, 2 November 2020 pagi.Melansir dari RTI, rupiah kini terkoreksi sedalam -0,16% ke level Rp14.638 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah tercatat menyentuh level terdalam di angka Rp14.656 per dolar AS. Baca Juga: Hero Supermarket Telan Pil Pahit, Rugi Bengkak Hampir 5.000% di Q3 2020Bukan hanya itu, rupiah pun tengah memerah terhadap dolar Australia (-0,01%), poundsterling (-0,04%), dan euro (-0,14%).  Baca Juga: Dulu Emas is the King, Kini Harga Emas Antam (JK:ANTM) Jauh Terbanting!Pasukan mata uang Benua Kuning secara bersamaan ikut menekan rupiah. Alhasil, rupiah menempati posisi terbawah dan jatuh terhadap won (-0,39%), yen (-0,21%), dolar Hong Kong (-0,21%), dolar Singapura (-0,13%), dolar Taiwan (-0,12%), yuan (-0,09%), ringgit (-0,09%), dan baht (-0,04%).Meski begitu, rupiah bukan satu-satunya mata uang Asia yang ambruk terhadap dolar AS, melainkan ada pula bhat, dolar Singapura, yen, dolar Hong Kong, dan yuan. Hanya won dan dolar Taiwan yang mampu unggul terhadap mata uang Paman Sam.Penulis/Editor: Lestari NingsihFoto: Aprillio Akbar