panjang perdagangan spot hari ini, Rabu, 14 Oktober 2020. Menutup sore ini, rupiah terapresiasi 0,28% ke level Rp14.761 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah bahkan menguat ke level tertinggi di Rp14.695 per dolar AS.Baca Juga: Perusahaan Milik Konglomerat Tan Siok Tjien Sang Miliarder ke-3 RI: Gudang Garam (JK:GGRM) Gigit JariBukan cuma dolar AS, tiga mata uang global lainnya ikut tunduk kepada rupiah, yaitu poundsterling (0,45%), euro (0,30%), dan dolar Australia (0,08%). Penguatan rupiah secara global ini dibayangi oleh sejumlah sentimen negatif, baik dari internal maupun eksternal.Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 14 Oktober 2020: Ngeri-Ngeri Sedap!Faktor negatif yang paling anyar tidak lain adalah kabar dari International Monetary Fund (IMF) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari yang sebelumnya -0,3% menjadi -1,5% pada tahun 2020. Baca Juga: Komut Medco (JK:MEDC) Energy Lepas Jabatan, Saham Perusahaan Milik Arifin Panigoro Melonjak Signifikan!Meskipun begitu, rupiah mampu mempertahankan performanya dan menguat di hadapan semua mata uang regional. Per sore ini, rupiah terapresiasi atas dolar Taiwan (1,18%), ringgit (0,50%), dolar Hong Kong (0,26%), baht (0,19%), yen (0,16%), won (0,08%), dan yuan (0,05%).ÂPada saat yang bersamaan, sebagian besar mata uang Asia unggul di hadapan dolar AS, seperti baht, dolar Singapura, won, yen, yuan, dan rupiah. Sementara itu, ada dua mata uang Asia yang keok melawan dolar AS, yaitu dolar Hong Kong dan dolar Taiwan.Penulis/Editor: Lestari NingsihFoto: Akbar Nugroho Gumay