rbatas di kisaran Rp14.000-an per dolar AS pada perdagangan spot pagi ini, Kamis, 10 Desember 2020. Dilansir dari RTI, rupiah hanya terapresiasi sebesar 0,11% ke level Rp14.071 per dolar AS.Dengana apresiasi setipis itu, rupiah rawan untuk berbalik terdepresiasi, di mana sebelumnya rupiah sudah sempat melemah hingga ke level Rp14.094 per dolar AS. Jika dikalkulasikan, penguatan rupiah dalam sepekan terakhir tercatat sebesar 0,22%. Baca Juga: Harga Emas Antam (JK:ANTM) Per 10 Desember 2020 Tumbang, Bikin Gigit Jari Rek!Selain itu, penguatan rupiah di hadapan mata uang lainnya juga terbatas, seperti euro (0,09%) dan poundsterling (0,34%). Pada saat yang sama, rupiah memerah terhadap dolar Australia (-0,16%). Baca Juga: Anak Perusahaan United Tractors (JK:UNTR) Jual Aset Puluhan Miliar Rupiah, Ada Apa?Performa rupiah di tingkat regional juga terbilang rawan. Meski saat ini rupiah menempati posisi terbaik kedua Asia setelah dolar Taiwan (-0,95%), apresiasi rupiah di hadapan mata uang Asia sangat terbatas. Rupiah menghijau atas yen (0,35%), baht (0,34%), ringgit (0,26%), yuan (0,23%), dolar Hong Kong (0,11%), dolar Singapura (0,09%), dan won (0,08%).Penulis/Editor: Lestari NingsihFoto: Aprillio Akbar