nkan keunggulan atas dolar AS di kisaran Rp14.600-an pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2020. RTI mencatat, rupiah sempat menekan mata uang Paman Sam itu hingga ke level Rp14.609.ÂBaca Juga: Dua Perusahaan Mahaka Group Milik Erick Thohir Rugi BandarBaca Juga: Jeng Jeng! Begini Nasib Saham Bank BUMN Usai Ketok Palu Merger 3 Bank SyariahKendati begitu, kemenangan rupiah atas dolar AS terpangkas dalam-dalam. Sampai dengan pukul 15.00 WIB, apresiasi rupiah hanya tersisa sebesar 0,05% ke level Rp14.649 per dolar AS. Tak punya banyak amunisi, rupiah akhirnya tumbang di hadapan dolar Australia (-0,43%) dan dua mata uang Eropa, yakni poundsterling (-0,63%) dan euro (-0,21%).Sebagian besar mata uang Asia juga ikut menekan rupiah, kecuali dolar Hong Kong (0,05%) dan ringgit (0,06%). Dengan kata lain, rupiah menjadi mata uang terbawah ketiga Asia dan keok atas dolar Taiwan (-0,77%), won (-0,47%), yuan (-0,41%), yen (-0,40%), baht (-0,13%), dan dolar Singapura (-0,11%).Asal tahu saja, kemenangan rupiah atas dolar AS bisa jadi karena mata uang Paman Sam itu memang tengah tak berdaya secara global. Pasalnya, dolar AS kini memerah di hadapan banyak mata uang, termasuk dolar Taiwan, baht, dolar Singapura, won, yen, dan yuan. Sejumlah mata uang global lainnya ikut menekan dolar AS, yakni dolar Australia, euro, poundsterling, dolar New Zealand, dolar Kanada, dan franc.Penulis/Editor: Lestari NingsihFoto: Akbar Nugroho Gumay