t mengomentari wacana rekonsiliasi kepada pemerintah yang dilontarkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS). Namun, Habib Rizieq memberikan beberapa syarat.Terkait itu, ia menilai upaya rekonsiliasi tak perlu dilakukan. Terlebih pemerintah tak punya urusan penting dengan HRS. Baca Juga: Amankan Massa Penyambut Habib Rizieq, Sosok Jenderal TNI Rupanya Eks Intel (NASDAQ:INTC) Jokowi“Rizieq mau Rekonsiliasi dengan pemerintah? Emang ada masalah apa? Gak ada kan?” cuitnya, dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Jumat (13/11/2020). Baca Juga: Prabowo Cuek, Mantan Wakilnya yang Senang Habib Rizieq PulangLanjutnya, ia juga meminta kasus hukum yang selama ini menjerat Habib Rizieq untuk tidak dihentikan oleh pemerintah hanya karena permintaan rekonsiliasi yang diajukannya.“Kalau kasus pidana, gak ada urusan sama rekonsiliasi, kalau semua kasus pidana rekonsiliasi, maka penjara kosong, kejahatan makin banyak. Hadapi saja, jangan jadi pengecut, berlindung atas nama ulama,” sebutnya.ÂLebih lanjut, ia menduga ribuan massa yang menjemput Habib Rizieq di Bandara Soekarno Hatta, merupakan salah satu cara mendesak pemerintah untuk melakukan rekonsiliasi.“Apakah dengan unjuk kekuatan masa saat penjemputannya lalu Rizieq merasa sudah layak minta rekonsiliasi? Kalau begitu bisa, maka koruptor di Indonesia bebas semua, mereka sanggup hadirkan puluhan kali lipat orang dibandingkan yang jemput Rizieq di bandara.. Hadapi saja zieq..,” ungkapnya.Selain itu, ia juga menepis isu kepanikan pemerintah atas kepualngan Habib Rizieq. Ia menyebut HRS balik ke Indonesia karena diusir dari Arab Saudi.“Ada yang framing bahwa pemerintah panik Rizieq pulang. Lah, geer.. ketika punya masalah, dia kabur. Kini dia balik juga bukan karena nyali, tapi karena diusir. Kalau mau jualan harus lihat produknya dulu, udah tau plastik, jangan dibilang baja. Jadi yang panik itu sopo?” tukasnya.Diketahui sebelumnya, Habib Rizieq mengaku siap membuka ruang dialog dengan pemerintah, asalkan, pemerintah menghentikan tindakan semena-mena yang di antaranya mengkriminalisasi ulama.“Tidak ada rekonsiliasi tanpa dialog, dialog itu penting sudah dan ga boleh penguasa itu tangkap kanan tangkap kiri. Kriminilasisi sudah enggak boleh,” ujar Habib Rizieq.Penulis: RedaksiEditor: Vicky FadilFoto: Twitter