Batubara telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap bansos Covid-19 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pria kelahiran Jakarta, 22 Juli 1972 ini diduga menerima suap senilai Rp17 miliar.Sebelum menjadi politikus, Juliari merupakan seorang pengusaha yang sejak lama dipersiapkan untuk meneruskan usaha sang ayah. Sejak tahun 1998, ia meniti karier diperusahaan milik sang ayah dengan gaji hanya sekitar Rp1 juta.Pria lulusan Riverside City College USA pada 1991-1995 ini pun memang dikenal pintar. Setelah lulus S1, ia mengejar gelar Magister Business Administration (MBA) dengan menempuh pendidikan S2 di Bussiness Administration with minor in Finance, Chapman University USA selama 1995-1997.Baca Juga: Punya Utang Rp17 Miliar, Segini  Total  (PA:TOTF) Harta Kekayaan Mensos Juliari BatubaraKarena itulah, sejak tahun 1998-2002, ia menjabat sebagai Marketing Supervisor & Business Development Manager PT Wiraswasta Gemilang Indonesia. Hingga pada tahun 2003, ia pun menjadi direktur utama di perusahaan tersebut hingga 2012. Setelah itu, ia juga dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama di Arlinto Perkasa Buana. Pada tahun 2004, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Bwana Energy. Kemudian pada tahun 2005, Juliari dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Tridaya Mandiri. Kedua jabatan tersebut diemban oleh Juliari hingga tahun 2019.Selanjutnya, Juliari pun terjun ke politik. Ia mulai terlibat politik praktis saat menjadi anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan tahun 2003 dan 2008. Namun berdasarkan catatan, pada 2010, ia akhirnya dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan hingga sekarang.Selain itu, ia juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR RI. Hingga pada tahun 2014, ia secara resmi terpilih menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jawa Tengah I.Pada periode 2019-2024, Juliari maju dan terpilih lagi dari daerah pemilihan sama. Ia pun bergabung dengan Komisi XI dan Badan Anggaran DPR RI. Setelah itu, karier politik Juliari langsung melesat hingga ia ditunjuk sebagai Menteri Sosial untuk periode 2019-2024 menggantikan posisi Agus Gumiwang Kartasasmita yang saat ini menjadi Menteri Perindustrian.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: Aditya Pradana