Widodo (Jokowi) menyampaikan harapannya terhadap penandatanganan perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang diselenggarakan secara virtual pada Minggu (15/11).Ia berharap perjanjian tersebut dapat membantu pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi covid-19 menurut laporan CNN Indonesia (15/11).Penandatanganan perjanjian yang telah digodok selama kurang lebih delapan tahun itu berlangsung dalam Konferensi Tingkat Tinggi RCEP ke-4 yang dilakukan secara virtual, Minggu (15/11).Dalam KTT tersebut, Jokowi menganggap perjanjian dagang yang melibatkan 10 negara ASEAN dan lima negara mitra itu bisa membantu meningkatkan kembali kepercayaan dunia usaha sekaligus menjaga stabilitas industri dan rantai pasok regional serta global.Perjanjian tersebut memiliki tujuan untuk membuka akses pasar, menyediakan fasilitas perdagangan dan investasi, serta mempromosikan integrasi ekonomi regional.Lebih lanjut tambah laporan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengungkapkan pelbagai alasan mengapa Indonesia membutuhkan perjanjian perdagangan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang berisi para negara di kawasan Asia Tenggara dan lima negara lain yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.Pertama, Indonesia membutuhkan RCEP untuk menghadapi dinamika perdagangan internasional yang tidak pasti. Dinamika ini dipengaruhi oleh kebijakan yang diatur sistem perdagangan internasional, perjanjian antar negara dan kawasan, hingga harga komoditas.Kedua, untuk mengantisipasi dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Menurutnya, negara-negara yang punya hubungan dagang langsung dengan AS dan China mulai mengalihkan ketergantungan dari dua negara tersebut untuk bersaing di kawasan lain.Ketiga, sebagai langkah mitigasi dampak dari pandemi virus corona (SARS-CoV-2) yang menekan perdagangan dunia yang sebelumnya sudah kurang kondusif. Hal ini membuat ekonomi dunia membutuhkan tahap pemulihan yang tidak bisa dilakukan sendiri dan dengan proses yang cepat.