rusaha menyelamatkan keuangan pribadi di tengah krisis pandemi Covid-19 seperti saat ini. Bersama ahli keuangan, Ligwina Hananto, Raditya Dika membagikan tips menyelamatkan keuangan di tengah krisis melalui kanal YouTube-nya.Adapun hal pertama yang harus dilakukan saat menyelamatkan keuangan pribadi di tengah krisis seperti sekarang ini adalah mengecek aset dan simpanan yang bisa dicairkan. Hal ini karena kita harus bersiap untuk menghadapi badai. Namun, harus dipahami bahwa badai pasti berlalu, krisis pasti berlalu. Selanjutnya, cari sumber pendapatan lain, yang termudah adalah berdagang.Lalu cairkan aset atau gunakan dana darurat untuk biaya hidup. Bisa dengan mencairkan asuransi yang bukan asuransi kesehatan, menjual kendaraan atau perhiasan dan lain sebagainya.Baca Juga: 5 Pertanyaan Keuangan yang Harus Dijawab Sebelum Menikah, Raditya Dika Ingatkan Jangan Minder!Jangan sampai krisis membuat banyak orang berpikir hidup mereka berakhir, pasalnya selama besok masih bernafas, hidup belum berakhir. Kerjakan apa yang bisa dikerjakan tanpa banyak berpikir, Jangan malah berpikir tidak bisa. Mindset seperti itu harus dihilangkan.Bagi orang-orang yang memiliki dana darurat untuk hidup, mungkin masih bisa berpikir jernih bagaimana kelanjutan hidupnya. Tetapi, bagaimana dengan pekerja dengan gaji harian?Ligwina mengatakan bahwa sebaiknya, di tengah krisis seperti saat ini, lebih baik untuk saling tolong menolong. Sebagai contoh, membeli makanan di warung kecil lewat driver ojol. Makanan itu bisa diberikan ke driver ojol tersebut, bahkan bisa juga driver ojol itu memberikan untuk orang lain. Ligwina bercerita ada driver ojol yang bahkan memberikan makanan itu kepada pemulung.Ligwina melanjutkan, di saat harus memilih antara makan atau kesehatan, maka keduanya pun harus berjalan. Roda perekonomian tak bisa berjalan jika seluruh rakyat sakit, pun tak bisa tetap memaksa seluruh bisnis berjalan seperti keadaan normal.Di tengah krisis seperti ini, bertahan atas diri sendiri dan keluarga memang perlu. Tetapi jangan sampai kemanusiaan kita hilang karena hanya takut 'kurang' dalam kehidupan. Saling tolong-menolong, bahu-membahu membantu sesama juga perlu dilakukan karena banyak bisnis yang terdampak di tengah krisis pandemi seperti ini. Karena itulah, semoga pandemi cepat berlalu dan dunia kembali seperti sediakala!Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: Amar Bank