nesia dihebohkan dengan keberanian seorang Prajurit TNI Angkatan Darat, Kolonel Inf Ucu Yustiana sebagai Komandan Kodim 0504/Jakarta Selatan yang gagah berani berhadap-hadapan dengan Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan sejumlah purnawirawan TNI lainnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.Insiden pengadangan yang terjadi Rabu kemarin (30/9/2020) di depan TMP Kalibata itu sempat menjadi polemik. Bagaimana tidak, ada seorang prajurit TNI yang berani menghadang dan berdebat dengan jenderal purnawirawan TNI berpangkat bintang empat itu secara terbuka di tempat umum.Secara garis komando dalam Korps TNI mungkin Kolonel Inf Ucu Yustiana dapat dianggap tidak menghormati seniornya karena berupaya mengadang kegiatan yang dilakukan oleh mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan para purnawirawan TNI lainnya.Baca Juga: Putra Mendiang Ketua PKI Skakmat KAMI & Gatot Cs, Jleb Banget!Namun, belakangan diketahui, ternyata Dandim O504/JS itu hadir tidak dalam konteks menghadang Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dan rombongan untuk menziarahi makam para pahlawan pada momentum 30 September itu.Kedatangan Kolonel Inf Ucu Yutisna datang dan sempat beradu argumen dengan mantan Panglima TNI agar melaksanakan ziarah ke makam para pahlawan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 yang saat ini tengah menghantui masyarakat Indonesia.Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya siapa sosok Kolonel Inf Ucu Yustiana yang memiliki nyali cukup besar untuk berdebat dan berhadap-hadapan dengan mantan Panglima TNI itu.Pada kesempatan hari ini, Kamis (1/10/2020), akan diulas sosok Kolonel Inf Ucu Yustiana untuk menjawab rasa penasaran para pembaca.Kolonel Inf Ucu Yustiana ternyata merupakan pejabat baru di Kodim 0504 Jakarta Selatan. Dia secara resmi mengggantikan Komandan Kodim 0504/Jakarta Selatan Sebelumnya, Kolonel Arh Tony Aris Setyawan pada 7 Juli 2020 lalu. Itu artinya dia baru memimpin Kodim Jakarta Selatan hampir tiga bulan lamanya.Secara emosional, tentu melakukan pengadangan dan berdebat panjang dengan senior bintang empat yang juga sebagai mantan Panglima TNI merupakan pekerjaan yang cukup berat bagi Kolonel Ucu. Tapi karena sebagai Prajurit TNI yang berpegang teguh pada Sapta Marga dia tetap menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh keberanian, meskipun harus berhadap-hadapan dengan senior jenderal bintang empat itu.Lalu, siapa sebenarnya Kolonel Inf Ucu Yustiana?Sebelum menjabat sebagai Komandan Kodim 0504/JS, Kolonel Inf Ucu Yustiana berkantor di Cilodong, Markas Pasukan Infanteri Kostrad TNI AD. Dia dipercaya menduduki posisi Asren Kasdivif 1 Kostrad dibawah komando Panglima Divisi Infanteri I Kostrad, Mayor Jenderal TNI Dedy Kusmayadi.Untuk diketahui, Divisi Infanteri 1 Kostrad bukanlah pasukan kaleng-kaleng di kesatuan TNI AD. Divisi Infanteri 1 Kostrad adalah Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI AD yang dibentuk secara khusus dan berkedudukan di bawah Panglima TNI.Tugas pokok pasukan ini sebagai penindak awal terhadap troubel spot yang terjadi di wilayah tertentu untuk melaksanakan operasi berdiri sendiri atau membantu komando operasional lainnya baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) atau Operasi Militer Selain Perang (OMSP).ÂDivisi Infanteri 1 Kostrad telah berperan penting dalam berbagai operasi diantaranya adalah Operasi Seroja Timor-Timor, operasi penumpasan GAM di Aceh dan penumpasan OPM di Papua. Selain melaksanakan tugas operasi di dalam negeri, Divisi Infanteri 1 Kostrad juga disegani kiprahnya dalam berbagai misi perdamaian dunia dalam naungan PBB, baik dalam hubungan pasukan yaitu kontingen Garuda, maupun secara perorangan.Sebelum menjabat sebagai Asren Kasdivif 1 Kostrad, Kolonel Inf Ucu Yustiana juga sempat menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 134/Tuah Sakti pada tahun 2015-2016. Saat ini Batalyon Infanteri 134/Tuah Sakti berubah nama menjadi Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/Tuah Sakti yang bermarkas di Kepulauan Riau, Batam.Sebagai mantan Komandan Batalyon Infanteri Khusus Raider 134, tentunya Kolonel Ucu memiliki pengalaman yang tidak sedikit di dunia militer. Batalyon Infanteri Khusus Raider merupakan pasukan pemukul cepat TNI AD yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.Baca Juga: PKS Pasang Badan untuk Gatot & KAMI: Mereka Punya Hak Hidup!Baca Juga: Habis Caci Maki Gatot, Orang Ini Kena Batunya, Digeruduk Sama WarganetBatalyon Infanteri Raider merupakan pasukan khusus yang biasa diturunkan dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang. Batalyon Raider Khusus memiliki kemampuan bertempur di darat maupun di laut, karena disposisi pasukan yang tersebar di pulau-pulau terluar di Indonesia wilayah Kepulauan Riau.ÂNah, sekarang sudah kenal bukan siapa sosok Kolonel Inf Ucu Yustiana ini. Iya, di dalam tubuh Kolonel Inf Ucu Yustiana ternyata mengalir darah Raider atau Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI AD. Sebagai prajurit yang memiliki darah pasukan pemukul sudah dapat dipastikan Kolonel Inf Ucu Yustiana sama sekali tidak ciut nyali ketika berhadapan dengan gerombolan orang seperti yang terjadi di depan TMP Kalibata kemarin siang itu.Penulis: RedaksiEditor: RosmayantiFoto: Rosa Panggabean