an kasus corona tertinggi di Asia Tenggara dengan kasus mencapai setengah juta. Hal itu turut berdampak pada banyak sektor ekonomi hingga tergelincir ke jurang resesi. Perekonomian berkontraksi masing-masing 5,3% dan 3,5% (tahun ke tahun) di kuartal kedua dan ketiga. Terlebih sektor properti yang membuat orang-orang menahan diri untuk membeli tanah dan bangunan.Dilansir dari Forbes di Jakarta, Kamis (10/12/2020) pandemi membawa kekayaan bersih taipan properti Alexander Tedja turun 18% menjadi USD1,19 miliar (Rp16,8 triliun) karena penurunan sekitar 21% pada harga saham pengembangnya, Pakuwon Jati (JK:PWON).Baca Juga: Pandemi Bikin Harta Taipan Indonesia Tergelincir, Bos Emtek (JK:EMTK) Justru Paling Cuan Tahun Ini!Dengan permintaan yang terkikis oleh pandemi, perusahaan melaporkan penurunan penjualan 42% yang menyeret laba bersih turun 72% dalam sembilan bulan pertama tahun 2020.Hingga wabah Covid-19, Pakuwon Jati menikmati pertumbuhan yang kuat, yang membuatnya masuk dalam daftar Best Under A Million 2020. Meskipun mengalami kemunduran baru-baru ini, Tedja masih berupaya membangun portofolio perusahaannya yang beragam yang mencakup rumah sakit, hotel, dan perkantoran.Raksasa mal di Indonesia ini telah berkomitmen mengeluarkan Rp336 miliar tahun ini untuk membangun lebih banyak pengembangan serba guna.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: Indonesiatatler.com