Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) ditunjuk Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengisi sementara pos Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ditinggal Edhy Prabowo. Pasalnya, menteri KKP tersebut ditangkap oleh KPK karena tersandung dugaan kasus korupsi benur.Penunjukan Luhut sebagai ad interim Menteri KKP tertuang dalam surat yang diteken Menteri Sekretaris Negara Pratikno.Edhy Prabowo diamankan KPK setelah melakukan lawatan dinas dari Amerika Serikat. Ia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu dini hari, bersama istrinya, Iis Rosita Dewi, dan 17 orang lainnya.KPK langsung menahan Edhy dan tersangka lainnya, kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango. Sementara, dua tersangka sisanya, yakni Andreau Pribadi Misata (stafsus Menteri KKP) dan seseorang bernama Amiril Mukminin, belum ditahan lantaran keduanya masih buron.Sementara itu tambah laporan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan jadi trending di Twitter setelah sekitar 4.500 orang bercuit menyebut namanya lantaran ditunjuk sementara oleh Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Pada Rabu (25/11/2020), Presiden menunjuk Luhut sebagai Menteri Ad Interim Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP.Penunjukan Luhut juga tertera dalam Surat Edaran KKP untuk pegawai bernomor B-835/SJ/XI/2020 tentang pelaksanaan kegiatan perkantoran.Menanggapi keputusan tersebut, sekitar 4.500 warganet pun menyampaikan beragam komentar.Ini bukan pertama kalinya bagi Luhut menjabat sebagai Menteri Ad Interim tahun ini. Sebelumnya, Luhut juga ditunjuk menjadi Menteri Ad Interim Perhubungan dari 14 Maret – 6 Mei 2020 lantaran Menteri Budi Karya Sumadi positif Covid-19.