i Zon kembali bikin heboh. Dia me­nyebut vaksin Sinovac asal China yang akan segera disuntikkan pada rakyat Indonesia sebagai vaksin “Palu Arit”, simbol yang selama ini identik dengan PKI. Padahal, bosnya Fadli di Gerindra yang juga Menteri Per­tahanan, Prabowo Subianto pernah menerima bantuan alat kesehatan dari China. Sindiran Fadli ini dianggap sama saja mencoreng Prabowo. Baca Juga: Hot! Vaksin Merah Putih Vs Vaksin Palu Arit, Jangan Kaget dengan Pilihan Fadli ZonPernyataan kontroversial Fadli ter­sebut disampaikan dalam sebuah talk show di salah satu stasiun televisi. Dia mengkritisi rencana pemerintah yang akan melakukan vaksinasi pada bulan depan dengan vaksin Sinovac.Menurutnya, vaksinasi dengan Sinovac sangat gegabah. Alasan­ nya, vaksin asal China ini belum lulus uji klinis fase III. Dia berpen­dapat, harusnya pemerintah mem­perhatikan aspek keamanan dan keampuhan vaksin. Baca Juga: Fadli Zon: Ada Banyak Sekali Kemunduran“Karena vaksin ini memang belum ada approval dari WHO. Bahkan di dalam negeri, IDI menolak,” tegas eks Wakil Ketua DPR ini.Fadli khawatir, penyuntikan vaksin Sinovac menjadikan rakyat hanya sebagai kelinci percobaan. Dia tidak ingin Indonesia dijadikan pasar vaksin Covid­-19 oleh perusahaan farmasi global. Terlebih, Presiden Joko Wi­dodo pernah berucap, Indonesia akan mandiri melalui Vaksin Merah Putih. “Kok ini sekarang jadi vaksin palu arit,” kritiknya.Dalam akun Twitter miliknya, @Fadlizon, dia kembali memviralkan omongannya soal vaksin Palu Arit ini. “Vaksin Merah Putih vs Vaksin Palu Arit. Saya sih pilih Vaksin Merah Putih. Jangan ada yang tergesa­gesa impor vaksin dan menjadikan rakyat sebagai bebek percobaan,” cuitnya.Berbagai pengguna media sosial, rame­-rame mengkritik pernyataan Fadli. Direktur Eksekutif Charta Po­litika, Yunarto Wijaya mengomentari Fadli dengan pernyataan yang me­ nohok sambil melampirkan sebuah berita yang isinya, kegiatan Prabowo menerima alkes dari China. “Alkes palu arit?” sindir Yunarto.Bantuan yang diterima Prabowo itu berupa Alkes seperti Disposable Me­dical Mask 70 ribu, Medical Surgical Mask 9 ribu, KN95 Respirator dan Surgical Mask­cone 9 ribu, Medical Goggles 6.300, dan Disposable Medical Protective Screen 4.500. Kemudian Disposable Protevtive Jump Suit 4.500, Disposable Waterproof Isolation Gown 4.500, Medical Boot Cover 9 ribu, Disposable Nitrile Glove 80 kotak, Infusion Pump 30, Knapsack Disinfectant Sprayer 16L 2 buah, Infrared Forehead Thermometer 70 buah dan Thermal Imaging Thermometer Helmet 2 buah.Netizen lain ikut­-ikutan menyindir Fadli. “Pak @prabowo, kenapa bapak mau mendatangkan alkes palu arit dari China sebelum minta persetujuan dulu ke junjungan bapak si @fadlizon? selo­ roh @bffb300aff02425. “ Ha.. ha.. ha.. @fadlizon sindir Pak Praowo.. ha.. ha.. ha.. ha.. komedia banget,” timpal akun @ ibas_1910. “nah alkes palu arit nih menurut @fadlizon, koq @prabowo trima alkes palu arit?” sambung akun @jhony_yap. “Pak @prabowo pecat aja ini orang. Gerindra tidak akan pernah jadi partai besar selama ada @fadlizon,” usul @NKRI110.Politisi PDIP Dewi Tanjung juga tidak ketinggalan. Dia menyarankan Fadli untuk mengikuti jejak Ferdinand Hutahaen yang mundur dari partai karena tidak sejalan dengan ketua umumnya. “Liat dong Ferdinan Huta­hean, dia nggak sepaham sama AHY, langsung mundur dari Demokrat. Itu baru Politisi yang Cerdas dan punya harga diri,” ujar Dewi.Namun pendapat berbeda disam­paikan Direktur Eksekutif Indonesia Po­litical Review (IPR), Ujang Komarudin. Menurutnya sikap Fadli yang sering berseberangan dengan partai justru menguntungkan Prabowo. “Itu bagian dari strategi. Kalau tidak ada orang seperti Fadli, Gerindra yang rugi,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.Ujang menduga, sosok seperti Fadli ini memang sengaja dipelihara Pra­bowo. Gerindra ingin tetap memper­tahankan dukungan suara dari mas­yarakat yang selama ini kontra dengan pemerintah. “Narasi dia bertentangan dengan pemerintah dan disukai publik. Ini makanya dimunculkan,” pungkasnya.Apa tanggapan Istana? Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Dany Amrul Ichdan menyayangkan sikap Fadli menggunakan diksi vaksin palu arit untuk mengkritik vaksin Sinovac. Diksi ini menurutnya akan menyesatkan banyak pihak“Jangan mem­brand wash masya rakat dengan kata­kata demikian. Be­ dakan, ini adalah transfer of technology. Jadi ini adalah amanah konstitusi. Di mana negara hadir melindungi hajat hidup orang banyak,” kata Dany.Dany menjelaskan, progres yang dilakukan LBM Eijkman saat ini masih dalam proses, dan belum sam­pai tahap final. Sehingga yang dila­kukan pemerintah sekarang adalah melakukan transfer of technology dulu dengan Sinovac. Di samping mengembangkan Vaksin Merah Putih.“Vaksin Merah Putih ini kan uji klinisnya baru masih proses, tahun depan mungkin baru finalisasi untuk uji klinis,” imbuhnya.Sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro menjelaskan, saat ini Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Eijkman dan UI sudah mencapai fase uji kepada hewan. Selanjutnya akan diserahkan ke Bio Farma paling lambat Februari 2021. Dari 6 lembaga yang mengembangkan vaksin, dua institusi itu yang paling cepat. [MEN]Penulis: RedaksiEditor: Vicky FadilFoto: Sufri Yuliardi