Arief berkomentar soal Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS). Apa yang ia katakan?Di akun Twitter, Andi Arief mengungkap sinyal HRS bisa saja seperti Megawati. Mantan aktivis pro-demokrasi (prodem) itu menyebut Mega pernah melawan kediktatoran.“Dulu Ibu Megawati seorang ibu rumah tangga, bukan politisi, tidak dikenal dunia pergerakan,” kata Arief dalam cuitannya, dikutip Minggu (13/11/2020).Baca Juga: Pemprov DKI Denda Habib Rizieq, Satgas COVID-19 Puji AniesBaca Juga: Demi Rekrut 2 Pemain Aston Villa, Manchester City Siap Rogoh Kocek Rp1,8 T!Dia melanjutkan, “Bahkan PDI disebut Budiman Sudjatmiko partai borjuis kecil.” Andi Arief turut me-mention Budiman saat menyebut nama mantan aktivis PRD itu.Namun putaran waktu mengubah keadaan. Sejarah, kata Arief, memanggil Megawati untuk menyudahi kediktatoran.Keadaan inilah yang mungkin saja dapat terjadi pada HRS. Namun politikus asal Lampung itu tidak tahu apakah pendakwah asal Petamburan itu punya peluang sama.“Saya tidak tahu apakah HRS mendapat kesempatan yang sama saat ini,” katanya.Bukan kali ini Andi Arief mengunggah perihal Habib Rizieq. Pada hari kedatangan Habib Rizieq, Selasa (10/11/2020), dia membandingkan momen tersebut dengan Presiden pertama RI Soekarno.“Boleh saja berdebat tentang HRS. Tapi soal jumlah masa fenomenal saat kepulangan dari Arab Saudi hari ini harus diakui dengan jujur memang baru hari ini terjadi. Soekarno sang Proklamator saja tak pernah diperlakukan begitu. Mudah-mudahan ke depan situasi makin membaik,” kata dia.Cuitan ini pun viral. Sejumlah politikus mereaksi keras kicauan itu. Warganet juga ramai-ramai berkomentar. Ada yang mendukung, tak sedikit pula yang mencerca.Habib Rizieq akhirnya pulang ke Tanah Air setelah sekitar 3,5 tahun tinggal di Arab Saudi. Pendakwah asal Petamburan, Jakarta Pusat itu tiba di Indonesia pada Selasa (10/11/2020).  Penulis: RedaksiEditor: Tanayastri Dini IsnaFoto: Aprillio Akbar