obal untuk ekspor udang dalam negeri masih tinggi meski dilanda pandemi covid-19, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan.Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengungkapkan seperti yang dilansir CNN Indonesia Senin (26/10), udang merupakan komoditas yang memberikan pangsa dominan terhadap devisa ekspor yakni sekitar 40 persen terhadap nilai total ekspor produk perikanan nasional.Ia menilai petambak udang masih produktif melakukan proses produksinya di tengah pandemi. Hal itu terlihat dalam bisnis budidaya udang di Pantura Jawa.Di saat yang sama, menurut Slamet, pandemi dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor udang. Pasalnya, sejumlah negara pesaing tengah menerapkan penguncian wilayah (lockdown).Lebih lanjut mengutip Republika Minggu (25/10), Slamet melihat petambak udang di tengah pandemi Covid-19 ini masih tetap bersemangat dan produktif melakukan proses produksi. Ia mengambil contoh bisnis budidaya udang di Pantura Jawa, khususnya di Brebes masih dalam kondisi baik.Slamet mengatakan pandemi Covid-19 bisa menjadi potensi untuk memenuhi permintaan global karena saat ini sejumlah negara pesaing penghasil udang vaname terbesar dunia seperti India tengah lockdown.Slamet berharap bisnis usaha budidaya tambak bisa terus dilakukan pembudidaya seperti di Kabupaten Brebes dengan selalu konsisten menerapkan kaidah Cara Budidaya Ikan yang Baik atau Good Aquaculture Practices (GAP), dengan syarat mutlak demikian dapat memperkuat preferensi konsumen dan bisa mendorong keberterimaan udang Indonesia di pasar ekspor. Produk udang Indonesia selain dikirim ke Amerika Serikat, juga dikirim ke Jepang, Uni Eropa, Cina, dan negara lainnya.