e Hasan Syadzily, ikut merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menilai komunikasi anak buahnya kepada publik terkait omnibus law UU Cipta Kerja buruk.Ia mengatakan bahwa dasarnya UU Cipta Kerja, pemerintah bersama parlemen dalam melakukan pembahasan telah melibatkan buruh dan beberapa kali mengadakan pertemuan. Baca Juga: Idrus Marham Berikan Kado Spesial di HUT Golkar ke-56“Misalnya, presiden sudah dua kali melakukan pertemuan dengan perwakilan pimpinan pekerja atau buruh. Menteri Koordinator Perekonomian telah tiga kali dan bersama Menko Polhukam dua kali,” ucapnya kepada wartawan, Kemarin. Baca Juga: Bakal Pimpin Revolusi, Eh Habib Rizieq Disuruh Orang Golkar Revolusi Akhlaknya SendiriLanjutnya, ia mengatakan pertemuan dengan buruh ini sempat diwarnai dengan drama walkout dari pihak buruh dalam melakukan pembahasan bersama.“Pertemuan antara organisasi pekerja dengan Menteri Ketenagakerjaan telah dilakukan kurang lebih 14 kali, minus organisasi buruh pimpinan Said Iqbal dan Andi Gani, karena walkout dan tidak melanjutkan pertemuan-pertemuan selanjutnya,” kata kader Partai Pohon Beringin ini.Karena itu, ia mengatakan dalam rapat resmi Baleg telah melalukan pertemuan 1 kali. Selanjutnya secara informal dilakukan oleh masing-masing fraksi.“Fraksi Partai Golkar sendiri pernah melakukan seminar khusus dengan mengundang organisasi pekerja atau buruh, termasuk Said Iqbal, dalam acara tersebut,” imbuhnya.“Langkah-langkah seperti ini tentu harus juga dilakukan oleh kementerian dan lembaga pemerintah yang terkait, sehingga turut mensosialisasikan kebijakan yang terkait dengan ruang lingkup kerjanya,” tandasnya.Penulis: RedaksiEditor: Vicky FadilFoto: Istimewa