m - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memaparkan hingga November 2020 terlihat adanya tren penurunan pengaduan konsumen fintech peer to peer (P2P) lending dari total 3.726 laporan terkait bunga, pelanggaran data pribadi, penagihan tidak beretika.Menurut Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah, tren penurunan jumlah pengaduan menunjukan efektivitas peranan AFPI dalam memberikan pengawasan kepada anggota, serta sosialisasi peningkatan literasi keuangan digital oleh asosiasi dan anggota kepada konsumen.“Sebagai asosiasi dari seluruh penyelenggara fintech pendanaan di Indonesia yang terdaftar dan berizin OJK, AFPI akan terus memberikan sosialisasi dan edukasi guna meningkatkan literasi keuangan digital. Termasuk menindaklanjuti pertanyaan dan pengaduan layanan fintech pendanaan, khususnya yang dijalankan anggota asosiasi,” ujar Kuseryansyah dalam keterangan tertulis yang dirilis Senin (23/11).AFPI, melalui layanan JENDELA, membuka layanan informasi publik dan pengaduan terkait industri fintech pendanaan sejak Maret 2019 dalam website AFPI. Asosiasi mencatat sepanjang tahun 2020 pengaduan terbanyak yang porsinya 46% terkait penagihan tidak beretika.Selanjutnya kategori pengaduan terkait restrukturisasi sebesar 22,52%, dan kategori pengaduan pelanggaran data pribadi sebesar 7,7% dan pengaduan kategori besaran bunga 5,23%.Sementara terkait penyaluran pembiayaan fintech lending sepanjang September 2020, berdasarkan data OJK telah kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19 yang diikuti tren positif dari tingkat keberhasilan 90 hari (TKB 90) yang bergerak naik.Per September 2020, penyaluran pembiayaan baru fintech lending mencapai Rp 6,82 triliun atau naik 39% (month to month/mtm). Dibandingkan dengan masa sebelum pandemi, pembiayaan baru fintech lending pada Desember 2019 sampai Maret 2020 tercatat pada kisaran Rp 6,8 triliun sampai Rp 7,1 triliun.Adapun total penyaluran pembiayaan baru fintech lending sampai September 2020 mencapai Rp 42,70 triliun atau naik 25,06% secara tahunan (year on year/yoy).Selanjutnya, per September 2020, TKB 90 naik tipis, dari 91,12% di Agustus menjadi 91,73%. Kendati demikian, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) masih diatas 8%.