mpaui ekspektasi pendapatan kuartalan, namun saham Zoom Video Communications jatuh 15% di tengah tanda-tanda bahwa tingkat pertumbuhan perusahaan akhirnya akan melambat. Penurunan harga saham tersebut mendorong kekayaan pendiri Zoom Eric Yuan turun sebesar USD3,1 miliar (Rp43 triliun), menjadi USD17,9 miliar (Rp252 triliun). (kurs Rp14.130/dolar)Dilansir dari Forbes di Jakarta, Rabu (2/12/2020) Zoom melaporkan pendapatan USD777,2 juta selama kuartal ketiga fiskal yang berakhir pada 31 Oktober. Pendapatan tersebut padahal naik 367% dari tahun lalu, dengan laba bersih 66 sen per saham. Angka tersebut melesat dibandingkan dengan lonjakan pendapatan 355% di kuartal kedua dan 169% di kuartal pertama.Baca Juga: Eric Yuan Masih Berjaya, Pendapatan Zoom Rekor ke Rp11 Triliun!Namun, investor kecewa karena Zoom memperkirakan bahwa pendapatan tidak akan tumbuh dengan kecepatan yang sama ke depannya. Hal ini memprediksi pertumbuhan pendapatan 329% secara tahunan di kuartal keempat, yang akan menjadi sedikit perlambatan. Zoom memproyeksikan pendapatan antara USD806 juta dan USD811 juta untuk kuartal keempat fiskal.Terlebih lagi, investor bisa semakin waspada dengan penilaian Zoom yang tinggi. Padahal, Zoom telah menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik di tahun 2020, naik hampir 500% sepanjang tahun ini.Hari ini, saham Zoom diperdagangkan pada lebih dari USD405 per saham, Zoom, yang memiliki kapitalisasi pasar USD115,9 miliar, berharap dapat menarik pendapatan USD2,5 miliar untuk tahun fiskal penuh hingga Januari 2021.Meski saham anjlok, tetapi kekayaan bersih Yuan telah tumbuh dengan sangat cepat tahun ini. Kekayaannya melonjak hampir dua kali lipat sejak Yuan muncul di daftar Forbes 400 orang terkaya Amerika, yang menggunakan harga saham dari 24 Juli.Bahkan dengan pertumbuhan perusahaan yang pesat tahun ini, analis Wall Street masih cukup optimis pada saham Zoom. Sekitar 90% dari analis Street yang meliput Zoom memberikannya peringkat beli atau tahan, sementara hanya 10% memberikan peringkat jual, menurut data Bloomberg.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: CNBC.com