nyiapkan skema penyelesaian kasus Jiwasraya salah satunya dengan mencicil dan memberi suntikan dana Rp22 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagai bentuk tanggung jawab dan kredibilitas pemegang saham, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menyatakan.Pernyataan tersebut merespons kritikan sejumlah pihak yang menolak rencana PMN untuk membereskan masalah perusahaan pelat merah tersebut, termasuk membayar klaim polis para nasabah mengutip laporan CNN Indonesia Senin (05/10).Arya berujar proses hukum terhadap dugaan rasuah di PT Asuransi Jiwasraya tetap berjalan. Namun, penyuntikan modal sebesar Rp22 triliun musti dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap 2,63 juta nasabah. Di mana, kata dia, lebih dari 90 persen nasabah adalah pemegang polis program pensiunan dan masyarakat kelas menengah ke bawah.Lebih lanjut menurut Okezone Senin (05/10), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat pemerintah dan manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sudah menyiapkan skema penyelesaian kasus Jiwasraya. Dalam prosesnya segera mencicil polis nasabah.Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyatakan, langkah itu jauh lebih baik ketimbang mengambil opsi likuidasi terhadap perusahaan.Asuransi Jiwasraya memang memperoleh bantuan dana dari pemerintah. Di mana, melalui PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp22 triliun kepada kepada Jiwasraya.Kementerian BUMN pun menilai, opsi restrukturisasi menunjukkan kredibilitas pemerintah sebagai pemegang saham dalam bertanggung jawab atas nasib para pemegang polis. Di mana, kasus ini sudah mencuat sejak 10 tahun lalu, karenanya pemerintah memutuskan untuk bail in ke BPUI senilai Rp22 triliun.Langkah penyelamatan ini bisa memberikan kepastian pemenuhan kewajiban Jiwasraya bagi pemegang polis yang sudah tidak mendapatkan haknya sejak tahun 2018.Sementara itu tambah laporan, Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko menjabarkan mekanisme penyelamatan polis nasabah Jiwasraya seiring dengan pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp22 triliun yang diberikan oleh pemerintah kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).Ia mengatakan ada beberapa proses penyelamatan polis yang dilakukan.  Salah satunya akan dilakukan JiwasrayaSebagai pengingat, IFG Life merupakan perusahaan baru yang akan dibentuk BPUI selaku holding asuransi BUMN untuk menyelesaikan kasus gagal bayar JiwasrayaUntuk polis tradisional, lanjut Hexana, nanti akan diselesaikan dalam bentuk penyesuaian manfaat polis yang diterima oleh pemegang polis.Sementara itu, untuk polis JS Saving Plan pengembalian akan diberikan dalam bentuk pemenuhan seluruh atau 100 persen nilai tunai polis dengan cara dicicil bertahap setiap akhir tahun tanpa bunga dalam jangka waktu yang panjang.