lalui Menteri BUMN Erick Thohir berencana membentuk Holding BUMN Pariwisata. Adapun PT Survai Udara Penas (Penas) akan ditunjuk sebagai induk holding.  PT Sarinah dan PT Angkasa Pura II pun respons baik rencana ini.Salah satunya adalah mengeluarkan PT Pelita Air Service (PAS) sebagai anak usaha Pertamina dan masuk dalam anggota Holding Pariwisata mengutip laporan Kontan Minggu (08/11). Sementara itu, Kementerian BUMN telah membentuk dan transformasi holding telah disusun dalam dua tahapan.Pertama, pada kuartal IV tahun 2020 ini adalah fase inbreng, yakni ada entitas PT Survai Udara Penas (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko (persero), PT Hotel Indonesia Natour, Angkasa Pura I Airports, Angkasa Pura II, PT Garuda Indonesia Tbk, dan Sarinah.Kemudian pada restrukturisasi portofolio pada tahun 2021-2022 akan dibagi ke dalam kluster:1. Kluster Airport: Angkasa Pura II, Angkasa Pura I Airports dan Angkasa Pura Airports2. Kluster Manajemen Destinasi: ITDC, TWC, Hotel Inna, Aerowisata, Garuda Indonesia Holiday France.3. Kluster Airlines: Garuda Indonesia dan Pelita Air Service4. Kluster Aviasi dan Logistik: Gapura, Angkasa Pura Solusi, GMF Indonesia, Garuda Indonesia Kargo, Angkasa Pura Kargo, Aero Express, Angkasa Pura Supports, Aerofood ACS, Sarinah.Sementara menurut Tempo (JK:TSPC) Minggu (08/11), PT Sarinah (Persero) akan langsung membuka toko bebas bea atau duty free shop setelah holding company atau induk usaha BUMN pariwisata dan penerbangan terbentuk. Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati mengatakan rencana ini ditargetkan terealisasi pada 2021.Toko duty free milik Sarinah rencananya akan ada di tiga lokasi, yakni Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, dan gerai perseroan di MH Thamrin Jakarta. Fetty belum mendetailkan rencana investasi untuk toko tersebut.Ihwal holding BUMN, Fetty memastikan bahwa upaya yang dilakukan Kementerian BUMN untuk menggabungkan perusahaan-perusahaan pelat merah yang bergerak dalam lini yang sama bisa membuka peluang bisnis lebih luas pada masa mendatang.Lebih lanjut dilansir dari Bisnis.com Sabtu (07/11), PT Angkasa Pura II (Persero) optimistis holding BUMN Pariwisata dan Pendukung dapat membantu industri lebih cepat bangkit kembali (rebound) setelah terhantam keras pandemi COVID-19.Saat ini mayoritas perjalanan udara hingga 78,5 persen adalah dalam rangka wisata yang memiliki kolaborasi antarmata rantai pariwisata yakni 3A: Accessibilities (aksesibilitas), amenities (fasilitas), attraction (daya tarik).Adapun induk Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung adalah PT Survai Udara Penas dengan anggota holding PT Angkasa Pura II, PT Angkasa Pura I, Garuda Indonesia (Accessibilities); Lalu Inna Hotels & Resorts dan Sarinah (Amenities); serta Indonesia Tourism Development Corporation dan Taman Wisata Candi (Attractions).President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan kolaborasi di dalam holding dapat mengakselerasi pertumbuhan BUMN terkait dalam menghadapi Covid-19 dan pada masa pemulihan.