t Utang Negara dengan target infikatif Rp20 triliun hinga Rp40 triliun. Lelang ini akan dilaksanakan pada 3 November 2020.Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementrian Keuangan mengatakan tujuan lelang ini untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020.Baca Juga: Lelang Lima SBSN, Pemerintah Serap Lagi Rp12,5 TriliunAdapun ketujuh seri obligasi itu adalah seri SPN12210205 (penerbitan baru) dengan tingkat kupon secara dis­konto dan jatuh tempo 5 Februari 2021 serta seri SPN12211104 (penerbitan baru) dengan pembayaran bunga secara dis­konto dan jatuh tempo 4 November 2021. Baca Juga: Bamsoet: Menkeu Harus Aktif Jelaskan Pemanfaatan Utang Luar Negeri IndonesiaKemudian, seri FR0086 (penerbitan kembali) dengan tingkat kupon 5,50% dan jatuh tempo 15 April 2026; seri FR0087 (penerbitan kembali) dengan tingkat bunga 6,50% dan jatuh tempo 15 Februari 2031; dan seri FR0080 (penerbitan kembali) dengan tingkat bunga 7,5% dan jatuh tempo 15 Juni 2035.Berikutnya, seri FR0083 (penerbitan kembali) dengan tingkat kupon 7,5% dan jatuh tempo 15 April 2040 dan seri FR0076 (penerbitan kembali) dengan tingkat bunga 7,375% dan jatuh tempo 15 Mei 2048.Lelang akan diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Sedangkan pesertanya adalah 20 dealer utama yang sudah ditunjuk oleh pemerintah yakni Citibank,  Deutsche Bank  (DE:DBKGn), HSBC (LON:HSBA) Indonesia, Bank Central Asia (JK:BBCA), Bank Danamon (JK:BDMN), Maybank Indonesia (JK:BNII), Bank Mandiri (JK:BMRI), dan Bank Negara Indonesia (JK:BBNI).Berikutnya Bank OCBC NISP (JK:NISP),  Bank Panin  (JK:PNBN), Bank Rakyat Indonesia (JK:BBRI), Bank Permata (JK:BNLI), Bank CIMB Niaga (JK:BNGA),Bank ANZ Indonesia,Standard Chartered Bank, JP Morgan (NYSE:JPM) Chase Bank,Bahana Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Trimegah Sekuritas Indonesia.Lelang bersifat terbuka dan menggunakan metode harga beragam. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan.Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta.Penulis: Boyke P. SiregarEditor: Lestari NingsihFoto: Sufri Yuliardi