at Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono menyatakan bahwa hingga saat ini belum terjadi lonjakan pasien Covid-19 yang dirujuk ke RSD Wisma Atlet pasca libur panjang 28 November hingga 1 November 2020 lalu.“Saat ini di Wisma Atlet belum ada perubahan dampak dari tren libur panjang ini. Mudah-mudahan tidak terlalu memberikan dampak ke hunian RD sakit. Ini terlihat dari trend penurunan pasien,” ujarnya, secara virtual, Senin (2/11/2020).Baca Juga: Syukur Alhamdulillah! Tingkat Hunian di Wisma Atlet Merosot DrastisMeski begitu, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi jikalau terjadi peningkatan pasca libur panjang. Pasalnya, berdaasarkan pengalaman sebelumya, di setiap libur panjang pasien Covid-19 memang mengalami lonjakan.“Dari pengalaman libur panjang itu diikuti peningkatan. Ini lebih panjang lagi liburnya, kemarin sudah dibicarakan untuk antisipasi. Kapaitas di RS Darurat kalau ada lonjakan kita sudah siap untuk antisipasi kalau ada kemungkina tren meningkat. kita harus selalu waspada tapi kita harap tidak ada peningkatan sehabis libur panjang,” ucapnya.Sementara itu, Iing Ichsan Hanafi, Sekretaris Jendral ARSSI (Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia) menuturkan bila kondisi yang sama terjadi di RS Swasta. Hingga saat ini, di berbagai RS Swasta belum memperlihatkan tanda-tanda peningkatan pasien Covid-19.“Sekarang memangg menurun tapi kita tetap antisipasi, kecenderungan naik belum keliatan,” tuturnya.Baca Juga: Liburan di Masa Pandemi? Tak Bisa Sembarangan, Perhatikan 3 Hal Ini!Menurutnya, melandainya pasien Covid-19 ini dimanfaatkan para RS Swasta untuk meningkatkan pelayanan guna mengantisipasi peningkatan yang bisa terjadi sewaku-waktu.“Kesempatan ini kami di RS untuk relaksasi tenaga medis. Kami juga siapkan ruangan penunjang kalau misalnya terjadi lonjakan kami sudah siap. Kesempatan ini kita gunakan untuk perbaiki agar lebih siap lagi,” tandasanya.Penulis/Editor: Annisa NurfitriyaniFoto: Fikri Yusuf