artaonan Daulay mengkritik minimnya upaya pemerintah untuk menyosialisasikan nilai penting vaksin untuk mengendalikan pandemi COVID-19. Sebab, katanya, banyak warga masyarakat yang belum memahami pentingnya vaksin COVID-19.Saleh bahkan mengklaim, berdasarkan hasil pemantauannya di masyarakat, terutama di daerah pemilihannya di Sumatera Utara, banyak orang justru mengaku akan menolak jika akan disuntik vaksin COVID-19.Legislator Fraksi Partai Amanat Nasional itu bercerita, sepanjang pekan lalu dia menemui masyarakat di daerah pemilihannya. Dia bertanya kepada masyarakat apakah mereka mau disuntik vaksin COVID-19. “Satu orang pun tidak mau divaksin,” katanya dalam Lawyers Club tvOne, Selasa, 27 Oktober 2020.Masyarakat, katanya, mengusulkan agar para pejabat penyelenggara negara yang terlebih dahulu disuntik vaksin agar publik dapat mengetahui dampaknya.“Mereka mengatakan, yang pertama disuntik vaksin, pejabat tinggi: presiden, menteri, anggota DPR,” tuturnya.Sesuai agenda pemerintah, vaksinasi COVID-19 dijadwalkan diselenggarakan secara bertahap pada November atau Desember 2020. Masalahnya, dalam waktu yang sudah mepet seperti sekarang, masyarakat belum memahami secara tuntas manfaat vaksin.“Tiba-tiba masyarakat tidak mau divaksin, uang kita sudah habis, dan uang itu tidak murah,” katanya.Gejala itu, menurut Saleh, jelas membuktikan bahwa sosialisasi minim sehingga masyarakat menolak untuk disuntik vaksin COVID-19. Masalah lainnya, tenaga medis juga harus dilatih untuk vaksinasi.Penulis: RedaksiEditor: Ferry HidayatFoto: REUTERS/Tatyana Makeyeva