itonga, ikut menanggapi wacana rekonsiliasi ayng dilontarkan Habib Rizieq Shihab (HRS). Menurutnya, tawaran tersebut harus direspon positif oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).Hal ini didasarkan atas gesekan politik antara kedua belah pihak yang semakin menguat. TerlebiH, HRS memiliki massa yang cukup banyak. Jadi, suka atau tidak, Jokowi harus menerima tawaran tersebut.  Baca Juga: Orang PDIP Gosipi Habib Rizieq ke Cikeas, Eh Demokrat Meradang, Sampai Bilang Bodoh...“Suka atau tidak suka, pemerintah harus menerima tawaran rekonsiliasi HRS. Massa pendukungnya cukup besar, gesekan kepentingan Jokowi, PA 212 dan HRS semakin menguat,” ujarnya, dilansir dari PojokSatu.id di Jakarta, Jumat (13/11/2020). Baca Juga: Orang PDIP Gosipi Habib Rizieq ke Cikeas, Eh Demokrat Meradang, Sampai Bilang Bodoh...Lanjutnya, ia mengatakan gesekan kepentingan tersebut terlihat saat demo mbesar-besaran kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.Namun, meski Jokowi tak terlibat dalam kasus tersebut. Kubu HRS menilai orang nomor satu di Indonesia itu mendukung Ahok.“Gesekan tersebut makin menguat sejak kasus penistaan agama dilakukan Ahok. Jokowi tidak terlibat dalam kasus ini, tapi pihak HRS dan kawan-kawannya menilai Jokowi berpihak kepada Ahok,” ungkapnya.Hal itu lantas menimbulkan persepsi bahwa pemerintah anti Islam. “HRS dan PA 212 juga menilai Jokowi tidak berpihak kepada Islam. Hal ini membuat gesekan politik pada kedua pihak makin menguat,” sambungnya.“Rekonsiliasi dapat dilaksanakan segera mungkin mengingat masalah bangsa terus bertambah dan kompleks,” tuturnya.“Semua ini perlu kesatuan semua anak bangsa untuk bersama-sama mengatasinya,” pungkasnya.Penulis: RedaksiEditor: Vicky FadilFoto: Hafidz Mubarak A