elabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat akan diundur hingga bulan Desember, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyampaikan, dari target awal rencana sebelumnya pada bulan depan.Menurut laporan CNN Indonesia Senin (12/10), Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ayodhia GL Kalake mengungkapkan jadwal itu ditetapkan dalam rapat koordinasi terkait pembangunan Pelabuhan Patimban secara virtual.Ayodhia menyatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh kementerian/lembaga (k/l) terkait proses pembangunan Pelabuhan Patimban. Pasalnya, operasional pelabuhan itu akan melibatkan beberapa pihak, seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).Sementara, Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Rusli Rahim menyatakan pemerintah masih punya waktu dua bulan untuk mempersiapkan operasional Pelabuhan Patimban. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mensinergikan berbagai k/l.Sebelumnya rencana untuk Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, disiapkan menjadi pelabuhan maha besar di sisi timur Jakarta, pesaing Pelabuhan Tanjung Priok seperti dilansir CNBC Indonesia September silam. Rencana Pelabuhan Patimban bakal soft launching pada November 2020 nanti. Awalnya lokasi pelabuhan ini akan dibangun di Cilamaya, Karawang tapi batal.Sejak awal dibangun, pelabuhan ini disiapkan untuk mendukung kegiatan ekspor-impor menunjang pelabuhan yang telah eksisting sebelumnya, yaitu Tanjung Priok. Model semacam ini sudah diterapkan di Thailand dengan kehadiran Pelabuhan Laem Chabang yang jaraknya 80 Km dari Bangkok.Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengatakan bahwa Pelabuhan Patimban pada tahun 2027 akan menjadi pelabuhan besar yang akan difungsikan untuk kegiatan ekspor industri otomotif dari Indonesia ke luar negeri.Sementara itu diberitakan Republika September lalu, Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat yang menjadi proyek strategis nasional segera dirampungkan pembangunannya sesuai instruksi Presiden Joko Widodo. Para pelaku bisnis sektor properti pun melirik kawasan tersebut.PT  Surya Semesta  Internusa Tbk (JK:SSIA) melalui anak usahanya PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta) saat ini sedang mempersiapkan proyek pengembangan kawasan industri di Subang pada November 2020.VP Sales dan Marketing PT Suryacipta Swadaya, Abednego Purnomo mengatakan, SSIA akan mengembangkan kawasan industri bertajuk smart and sustainable city ini dengan konsep Subang Smartpolitan. Berdiri di lahan seluas 2.700 hektare, ia menyebut Subang Smartpolitan adalah kota masa depan di Jawa Barat.Kota itu tidak hanya sebuah kawasan industri, tapi juga mencakup kawasan komersil, hunian, area rekreasi, dan pendidikan.Ia mengatakan pengembangan sektor properti di lokasi yang strategis dan terintegrasi akan memberikan dampak yang sangat menguntungkan para calon investor. Selain meningkatkan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan pendidikan bagi masyarakat sekitar.