m - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rabu (14/10) mengungkapkan sampai 27 September 2020 sebanyak 100 bank telah melakukan restrukturisasi kredit senilai Rp 904,285 triliun dari total 7.465.990 debitur yang terdiri dari 5.824.976 debitur UMKM dengan nilai kredit Rp 359,977 triliun dan 1.641.014 debitur non UMKM dengan kredit Rp 544,308 triliun.Selanjutnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan memperpanjang masa berlaku ketentuan restrukturisasi kredit yang semula dijadwalkan berakhir pada Februari 2021.Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso sebelumnya telah menyatakan siap memperpanjang ketentuan restrukturisasi hingga 2022 agar bank memiliki ruang dalam masa transisi pemulihan keuangan debitur.Lebih lanjut ditekankan bahwa fokus OJK adalah  agar bank dapat memitigasi risiko lanjutan, terhadap para debitur yang gagal bertahan akibat pandemi.Berdasarkan data OJK, stimulus restrukturisasi yang dimulai sejak 16 Maret 2020 banyak terjadi pada bulan-bulan awal, yakni sekitar 50% permohonan diajukan pada dua bulan awal.Untuk periode 16 Maret sampai 18 Mei 2020 pengajuan restrukturisasi mencapai Rp 458,80 triliun dari 4,95 juta debitur.