Keuangan (OJK) kini mulai mengawasi ketat praktik shadow banking (bank gelap) di sektor keuangan tanah air yang menjual produk-produk bukan dipasarkan resmi oleh bank-bank.Sebagai catatan mengutip CNN Indonesia Kamis (12/11) shadow banking adalah aktivitas keuangan yang terjadi antara lembaga keuangan nonbank. Aktivitas itu tidak terikat oleh regulasi.Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, jenis transaksi ini harus terus dipantau. Sebab, masyarakat lebih suka bertransaksi dengan lembaga keuangan nonbank ketimbang perbankan.Ia bilang shadow banking ini seperti virtual bank. Menurutnya, banyak pihak yang sudah mulai membahas mengenai keberadaan virtual banking ini.Lebih lanjut seperti dilansir Bisnis.com Kamis (12/11), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan apabila praktik shadow banking semakin marak dan tidak bisa dimonitor, akan membuat masyarakat lebih memiliki layanan non-bank daripada bank.Padahal, dari segi layanan, sektor perbankan diawasi dengan ketat, sedangkan lembaga keuangan non-bank pengawasannya tidak seketat bank.Mengenai roadmap digital, diakuinya telah menjadi diskusi di kalangan masyarakat. Produk perbankan yang dipasarkan tanpa izin bank seperti virtual banking juga perlu diatur.