dit konsumsi baru pada September 2020 mengalami penurunan sekitar 1,35% secara year to date (ytd) menjadi Rp1.538,2 triliun year on year (yoy) kendati mencatat pertumbuhan sebesar 0,75%, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan.Meski begitu menurut laporan Kontan Selasa (03/11), sebenarnya pertumbuhan kredit mulai beranjak secara bulanan atau month on month (mom). Kredit konsumer tercatat sudah naik 0,55% secara bulanan. Walau tipis, pertumbuhan itu menandakan tren perbaikan kredit mulai terlihat.Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh memaparkan bahwa per September 2020 secara total kredit memang lambat, dengan pertumbuhan hanya sebesar 0,12% yoy. Meski begitu secara bulanan sudah naik 0,16% mom.Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana pun mengamini ada potensi kenaikan kredit di kuartal IV 2020.Selain itu tambah laporan sampai Agustus 2020, bank daerah jadi salah satu kelompok bank yang telah mencatat pertumbuhan kredit positif paling tinggi sebesar 1,7% (ytd). Sementara bank pelat merah dan bank swasta justru masih meraih pertumbuhan negatif.Penyaluran kredit kepada ASN yang termasuk segmen konsumtif memang merupakan salah satu bisnis utama bank daerah. Sejumlah bank daerah juga mengaku sampai kuartal III-2020, portofolio kredit masih didominasi segmen konsumtif.Misalnya, segmen konsumtif jadi andalan Bank Jateng buat menyalurkan dana PEN senilai Rp 2 triliun. Sampai 21 Oktober 2020, Bank Jateng telah berhasil mengonversi penempatan dana PEN menjadi kredit senilai Rp 4.19 triliun, melebihi target peningkatan (leverage) dua kali lipat.