an BI memangkas suku bunga acuannya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penurunan suku bunga perbankan masih lamban dan lembaga pengawas keuangan ini tengah mencari cara untuk mempercepatnya.Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan saat ini suku bunga kredit perbankan memang sudah berada di posisi single digit seperti yang dilansir Bisnis.com Rabu (25/11). Hanya saja, penurunan suku bunga kredit perbankan tersebut diakuinya masih kurang cepat.OJK pun berupaya mencari opsi untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit perbankan. Adanya penempatan uang negara pada sejumlah dengan bunga rendah yakni sebesar 2,4% per tahun dinilai akan memacu transmisi penurunan suku bunga kredit.Wimboh menilai suku bunga juga tidak menjadi masalah dalam penyaluran kredit. Penurunan suku bunga kredit saat ini tinggal masalah transisi dan dipastikan akan turun.Lebih lanjut mengutip Kumparan Selasa (24/11), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui suku bunga perbankan mulai menunjukkan tren yang menurun. Meski demikian Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, penurunan suku bunga perbankan kurang cepat. Padahal suku bunga acuan Bank Indonesia sudah dalam tren menurun sejak awal tahun.Wimboh menjelaskan, saat ini likuiditas perbankan dalam kondisi prima. Ini artinya perbankan sejatinya sudah siap untuk menurunkan suku bunga. Dengan demikian Wimboh pun memastikan bahwa suku bunga pasti turun. Namun memerlukan waktu transisi.Bahkan menurut Wimboh, tidak hanya dari sisi perbankan saja, beberapa faktor di luar perbankan juga sudah mendukung adanya penurunan suku bunga. Salah satunya dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menyatakan bakal menurunkan suku bunga penjaminan dalam waktu dekat.